Soal Tembak di Tempat, Kapolda Papua Diminta Jangan Korbankan Masyarakat Sipil

1
2392

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— John Gobay, ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai meminta Kapolda Papua untuk tidak menembak mati masyarakat sipil yang ada di Tembagapura, Papua.

“Saya sarankan Kapolda Papua urungkan niatnya untuk membuat perintah tembak ditempat. Karena daerah Tembagapura itu terjal dan masyarakat hidup di lembah-lembah kecil di celah celah gunung,” pinta Gobay kepada suarapapua.com, Selasa (31/10/2017) di di Jayapura menanggapi pernyataan Kapolda untuk tembak anggota TPN PB di tempat.

Hal itu disampaikan Gobay karena ia khawatir masyarakat sipil yang tidak tahu menahu jadi korban.

“Saya khawatir masyarakat yang tidak bersalah jadi sasaran ketika anggota stres karena mengejar TPN PB. Anggota TPN PB itu orang-orangnya secara fisik sama dengan masyarakat di sana, sehingga terbuka kemungkinan terjadi salah tembak atau salah sasaran,” jelasnya.

Kata Gobay, jika perang terbuka di lapangan dengan kedua belah pihak berhadapan mungkin bisa jelas sasaran tembak.

“Tapi menurut saya ini cara yang kurang baik. Tetapi jika dipaksakan maka silahkan cari tempat lain agar masyarakat tidak bersalah tidak merasa takut di kampung halamannya. Cukup sudah sejak tahun 1967, 1977, 1980-an mereka jadi sasaran, banyak saudara mereka orang Amungme telah menjadi sasaran tembak,” ungkapnya.

Menurutnya, akan jauh lebih baik kalau bupati Mimika dan tokoh-tokoh di Mimika yang masih bisa komunikasi dengan dengan anggota TPN PB bangun komunikasi serta dalam kerangka bicara freeport harus dipastikan hak-hak masyarakat. Juga, kata dia, penting bicara soal pola keamanan pasca perundingan freeport.

“jangan orang rasa takut atau asing di kampungnya. Bagaimana lingkungan hidup, agar dipikirkan perbaikan lingkungan supaya bisa lebih baik. Bagaimana soal tenaga kerja agar masyarakat setempat bisa diberdayakan dan mengurus freeport. Saya sarankan supaya dahulukan bicara dalam isorei (honai) antara bupati, parah tokoh dengan TPN PB. Jadi hentikan rencana tembak di tempat,” kata Gobay.

Dikutip Suara Papua dari jppn.com, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar memerintahkan anggotanya untuk menembak di tempat, anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayahnya yang sudah satu minggu terakhir ini melakukan aksi penembakan dan teror di tengah masyarakat.

“Aksi mereka meresahkan masyarakat sekitar lokasi tersebut, namun kami terus menghadapi kelompok ini. Bahkan saya sudah menginstruksikan satuan Polri yang ada di sana dan ada perbantuan dari TNI untuk siaga di sana,” ucap Boy seperti dikutip dari Cenderawasih Pos, Selasa (31/10).

Boy mengatakan, anggota KKB mulai memengaruhi masyarakat yang ada di Kampung Utikini. Selain meresahkan masyarakat, aksi teror juga mengganggu karyawan PT Freeport.

“Kami akan hadapi mereka dengan profesional, sesuai dengan hukum yang berada di Negara Kita. Namun ada instruksi tembak di tempat kalau mereka menggunakan senjata api dan membahayakan,” tegasnya.

Polisi juga akan membangun kekuatan kesatuan terdepan dan meningkatkan kemampuan mereka. Kapolda optimistis akan melumpuhkan kelompok tersebut. “Kami tak ingin ada korban lagi, sehingga masyarakat harus bersatu dengan Polisi untuk melawan mereka. TNI sendiri sudah dipersiapkan untuk membantu dan melaksanakan tugas bersama Polisi memperkuat anggota yang sudah ada di sana,” terangnya.

Kapolda mengatakan, beberapa hari terakhir ini penyerangan yang dilakukan KKB sudah tidak bisa ditolelir, mulai dari penembakan terhadap anggota kepolisian hingga mengakibatkan satu anggota tewas, penembakan teradap mobil ambulans milik Freeport, pembakaran camp milik warga setempat serta yang baru saja terjadi yakni, penembakan Pos Satgas Brimob dan Mapolsek Tembagapura.

Pewarta: Arnold Belau