BPAM Sinode Wilayah VII Buka Raker GKI Klasis I Aifat

427

MAYBRAT, SUARAPAPUA.com— Badan pengurus anggota majelis (BPAM) Sinode wilayah VII GKI di tanah Papua membuka resmi rapat kerja (Raker) klasis Aifat yang pertama di GKI Jemat Efata Kocuwer distrik Aifat Barat kabupaten Maybrat.

Ketua panitia Raker, Maria Kocu dalam laporannya mengatakan dasar pelaksananya Yesus Kristus sebagai kepala gereja, hasil sidang Sinode ke XVII di Waisai dan sidang Klasis GKI Aifat pertama pada 25-27 Juli 2017, di jemaat Emaus Susumuk.

“Tujuan raker adalah menata dan melayani program kerja untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada 19 jemaat dan bakal jemaat di klasis GKI Aifat,” ujarnya di GKI Jemaat Efata Kocuwer Selasa, (7/11).

Kegiatan berlangsung karena atas dukungan dari jemaat berupa dana maupun materi sehingga pelaksanaan Raker bisa berjalan di saat ini.  Ini pekerjaan Tuhan dimana Tema Raker adalah Datanglah Kerajaanmu maka mari kita bergandengan tangan sukseskan acara dengan baik.

Asisten I bidang administrasi pemerintahan, Petrus Atanay mengatakan bupati dan wakil bupati tidak hadir di tempat karena ada kesibukan.

“Sehingga saya atas nama pemerintah daerah kabupaten Maybrat hadir menyampaikan pesan dan kesan untuk kegiatan raker yang dilaksanakan sehari ini,” katanya

“Saya kesal karena pejabat bupati, wakil bupati kabupaten Maybrat harus hadir membuka acara ini. Sebab raker pertama dalam pergumulan iman di wilayah kabupaten Maybrat khususnya wilayah Aifat raya,” ungkapnya.

Menurutnya karena gereja dan pemerintah adalah mitra kerja dalam menata layani masyarakat di kabupaten Maybrat baik gereja membangun mental spiritual sedangkan pemerintah mendukung pembangunan fisiknya.

“Kami sangat apresiasi kepada ketua klasis, PHMJ, jemaat dan lainnya yang terus memberi dukungan sehingga raker ini bisa berjalan aman, baik dan lancar seperti yang dilakukan saat ini. Sebab Klasis Aifat baru tetapi prestasi dalam pelayanan maupun lainnya sangat luar biasa,” bebernya.

Petrus mengharapkan raker yang dilaksanakan, menindaklanjuti keputusan sidang Sinode di Waisai dijabarkan melalui program dan kegiatan di masing-masing jemaat di Klasis Aifat. Karena tujuannya dari pelayanan bagaimana bersekutu, bersaksi dan melayani itu yang dilakukan dalam tugas dan pengabdian selama hidup ini.

Anggota BPAM sinode wilayah VII GKI di tanah Papua, Nimbrot Sesa mengatakan Tahun 2017 BPAM sinode tidak melaksanakan program karena lebih fokus pada sidang-sidang Klasis maupun Raker klasis.

“Ada tiga keputusan penting dalam sidang Sinode di Waisai yaitu keputusan Nomor 12 tentang kerja sama dengan BRI, keputusan Nomor 14 tentang prosedur setoran langsung ke Sinode dan keputusan tentang pelaksanaan raker merupakan bagian penting dalam kepemimpinan di gereja ini,” terangnya.

Nimbrot mengatakan bahwa Raker saat ini kita bicarakan agenda yang kita putuskan dalam sidang klasis di Jemat Emaus Sususmuk beberapa bulan lalu. Karena keputusan sidang itu yang dilaksanakan dalam lima tahun ini.

“Sidang klasis Aifat sudah ada program yang ditetapkan dan badan pekerja klasis tinggal mengeksekusi tahun ini kita kerja ini maupun tahun-tahun selanjutnya. Raker ini juga kita sahkan rencana anggaran kerja klasis dalam 5 tahun ini,” terangnya.

Anggaran ini, kata Nombrot akan dibawa oleh jemaat dan akan menetapkannya di jemaat masing-masing. Terkait penerimaan konvesional itu menyangkut presentasi dan invesional itu hak-hak kita. Sebab tujuan kita datang beribadah bukan cari uang tetapi uang itu adalah alat ukur yang baik untuk kita mengukur persekutuan kita.

“Karena pelayanan kita berjalan maksimal pasti orang datang mengucapkan syukur dan persembahan, itu yang kita ukur. Buktinya sumbangan jemaat dalam raker klasis Aifat pertama sangat baik menunjukan bahwa itu pelayanan sudah maksimal,”tuturnya.

Pewarta: Engel Semunya

Editor: Arnold Belau

SHARE