Di Musrenbang, Bupati Tegaskan Soal Pendidikan Kabupaten Maybrat

94

MAYBRAT, SUARAPAPUA.com—  Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) daerah kabupaten Maybrat 2018 berlangsung di aula Samubah Ayamaru Kamis, (23/11/2017).

Bupati kabupaten Maybrat, Bernard Sagrim menandatangani berita acara yang dihadiri dan disaksikan ketua Bappeda provinsi Papua Barat, ketua DPRD, wakil ketua 1 dan II kabupaten Maybrat bersama anggotanya, ketua Bapedda kabupaten Maybrat, kepala distrik, kepala kampung dan tim dari Universitas Hasanudin (Unhas) Makasar.

Dalam arahannya, bupati menjelaskan, tahun 2018 masih dalam proses kajian-kajian pembangunan dan tahun 2019 baru akan diimplementasikan. Misalnya kaji sekolah dari sisi geografis dan topografis seperti di wilayah Ayamaru hanya SMP di Ayamaru yang dibuka sedangkan wilayah lain ditutup.

“Ini akan sangat membantu pemkab. Maybrat untuk fokus agar mutu pendidikan dapat kita tingkatkan, guru kita tingkatkan kesejahteraannya mulai dari pakaian sampai pada rumah tinggal. Sesuai dengan program yang dicanangkan yaitu cinta profesi sayang pelayanan,” jelas bupati Sagrim.

Menurutnya, fokus pada bidang pendidikan tersebut dimaksudkan agar guru dan petugas kesehatan mencintai profesinya. Sehingga ada rasa sayang dan cinta pada profesinya.

“Nantinya bila ada orangtua kalau inginkan les tambahan, para guru bisa laksanakan. Ini akan berdampak pada perkembangan mutu pendidikan di Maybrat,” ujarnya.

Selain itu, kata bupati SMU/SMK sudah ditarik sehingga ia lebih fokus pada Paud/TK, SD dan SLTP untuk memperbaiki mutunya. Katanya, di provinsi Papua Barat sendiri, Kab. Maybrat ada di urutan ke-13.

“Itu artinya kebijakan terhadap pendidikan sangat rendah. Ini membuat orang Maybrat yang gelar muka belakang juga malu. Apakah gelar yang ada hanya dibeli, karena ada di urutan ke 13 di provinsi Papua Barat bisa juga Papua secara umum,” jelasnya.

Kata dia, termasuk pustu dan puskesmas harus dievaluasi lagi, karena setiap kampung ada pustu dan puskesmas baru tenaga kesehatan dari mana.

“Kita lebih perbanyak petugas kesehatan, kualitas pelayanan termasuk kesejahteraannya. Sebab kita habiskan dana miliaran bangun infrastruktur tetapi pelayananya tidak ada, hanya kejar-kejar proyek,” tuturnya.

Pewarta: Engel Semunya

Editor: Arnold Belau

SHARE