Suara Papua Diharapkan Terus Angkat Suara Terpendam

0
229

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Suara Papua gelar acara pengucapan syukur Hut ke-6 (10 Desember 2011-10 Desember 2017) dan penggunaan Kantor Redaksi baru di Kantor Redaksi suarapapua.com di belakang kampus Poltekkes Jayapura, Kamis (15/12/2017).

Pengucapan syukur itu dihadiri sejumlah aktivis, jurnalis dan simpatisan Suara Papua.

Arnold Belau, editor dan Pimpinan Redaksi suarapapua.com mengakui bahwa di usia Suara Papua ke-6, pihaknya juga memiliki sebuah Kantor Redaksi yang representatif, sehingga melalui kantor ia berharap kedepan Suara Papua bisa lebih maksimal lagi dalam mengangkat suara-suara yang tidak bersuara sesuai motto suarapapua.com, “Menyuarakan Kaum Tak Bersuara”.

“Kami berharap kedepan kami bisa lebih baik lagi walaupun banyak tantangan yang datang silih berganti. Kami tahu itu tantangan dan tantangan itu memotifasi kami untuk lebih maju menyuarakan kaum tak bersuara. Untuk Hut sendiri jatuh pada tanggal 10 Desember 2017, tapi kami tetap rayakan hari ini,” tutur Arnold.

Benny Mawel, jurnalis tabloidjubi.com dan Koran Jubi mendukung apa yang sudah dilakukan Suara Papua saat ini, yang mana lebih mengangkat suara-suara kaum tak bersuara, suara-suara kaum lemah di Tanah Papua.

Ia mengakui, Redaksi Suara Papua walaupun berkekurangan, tetapi mampu merobek isolasi suara yang selama ini dibungkam, sehingga orang lain di luar sana tahu suara itu.

“Dengan kami tulis fakta lapangan sesuai kondisi sesungguhnya di Papua, maka kami secara langsung mendidik orang di luar sana bahwa beginilah kondisi sesungguhnya yang dialami orang Papua,” kata Mawel.

Seruapa disampaikan Harun Rumbarar, aktivis HAM yang juga mantan jurnalis Suara Papua, bahwa kuantitas itu bukanlah sesuatu yang lebih penting, sebab banyak orang belum tentu menghasilkan suatu pekerjaan yang berkualitas. Lebih baik sedikit orang, tetapi berkualitas, seperti yang sudah dilakukan SP, sebutan lazimnya Suara Papua.

“Saya juga bangga karena dari lembaga penilaian online, SP urutan kedua. Saya pikir ini waktunya untuk SP yang kami sudah awali bersama,” kata Rumbarar.

Selain itu, Despa Myhold, perwakilan aktivis KNPB Pusat menyampaikan selamat ulang tahun SP ke 6 dan teruslah menjadi penyambung lidah suara terpendam dari Tanah Papua.

“Kami berharap SP tulis fakta, jangan bolak-balikan fakta, karena harapan masyarakat Papua itu hanya SP dan Jubi,” ujarnya.

Pewarta: Elisa Sekenyap