Pendidikan Rumah Karakter Karena Peduli Anak-anak Papua

0
1338

MAYBRAT, SUARAPAPUA.com — Pendiri pendidikan rumah karakter di kabupaten Maybrat, Ny. Irene Sahetapy, mengatakan, pembentukan karakter anak-anak sejak dini merupakan sebuah keharusan demi menyiapkan generasi cerdas di masa depan.

Menurutnya, hal itu perlu dan penting mengingat kenyataan dewasa ini bahwa anak-anak harus disiapkan dengan beri motivasi dan menggali potensi diri sejak dini agar kelak pada waktunya sudah dapat hasilnya dari pendidikan kararkter itu sendiri.

“Kepedulian saya sendiri untuk menyatakan dalam pendidikan LAN sebagai salah satu persyaratan kelulusan dari tim III, dasarnya hanya rasa peduli dan cinta kepada anak-anak dalam dunia pendidikan yang bisa melakukan semua ini,” tuturnya kepada suarapapua di Kumurkek, tidak lama ini.

“Rumah karakter merupakan upaya menjadikan anak-anak yang baik, bukan hanya dalam bentuk baca tulis dan berhitung saja, tetapi juga membentuk karakter anak-anak agar kedepan menjadi anak-anak yang cerdas dan berkarakter,” ungkapnya.

Irene menceritakan, pendidikan di Makassar berlangsung dari Agustus hingga November 2017. Waktu kelulusan ia juga masuk dalam 10 besar dari 40 siswa dalam tim III. Ia bersyukur, tanggal 4 November 2017 berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan khususnya Direktorat Pendidikan Usia Dini sebagai salah satu tokoh yang peduli pendidikan di Tanah Papua dan Papua Barat.

“Penghargaan ini bukan membuat saya tinggi diri, tetapi memberi motivasi untuk lebih berkarya lagi bagi anak-anak Papua yang ada di daerah-daerah terpencil,” ucapnya.

Irene Sahetapy yang juga istri dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Maybrat ini mengungkapkan, kalau bukan kita siapa lagi yang hadir menata dan membangun daerah ini. “Makanya, komitmen kami bahwa pendidikan rumah karakter ini terus digalakan baik merangkul guru-guru maupun sarana dan prasarana menunjang proses pendidikan karakter di daerah ini.”

Lanjut dia, “Tenaga pengajar di rumah karakter itu hanya dalam bentuk sumbangan tenaga atau suka rela karena kegiatan tersebut belum dimasukan dalam agenda Pemkab Maybrat, tetapi hanya kami melaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Pengajaran kabupaten Maybrat.”

Irene yakin, kegiatan pendidikan rumah karakter yang dilakukan saat ini akan berbuah di kemudian hari. Untuk itu, dirinya membutuhkan perhatian dari Pemkab Maybrat.

“Sebab pendidikan rumah karakter sudah berjalan di kabupaten Maybrat selama bulan. Sehingga banyak kita mencari referensi dan metode termasuk orang-orang yang lebih berpengalaman. Apalagi pemerintah Joko Widodo saat ini lebih fokus pada pendidikan berkarakter di seluruh Indonesia termasuk di kabupaten Maybrat,” kata Irene.

Harapannya agar kelak anak-anak kita berkarakter, tentunya perlu didukung semua pihak. “Ini hanya kegiatan awal, sehingga memberi motivasi bagi teman-teman yang lain di kabupaten Maybrat bisa memulai melakukan hal yang sama bagi anak-anak di distrik masing-masing terutama distrik-distrik yang jauh dari daerah perkotaan,” tandasnya.

Pewarta: Engel Semunya

Editor: Arnold Belau