Pertumbuhan Penduduk OAP Sangat Lamban

0
1142

MAYBRAT, SUARAPAPUA.com — Kehadiran pendatang di Tanah Papua dapat dikatakan mengalami lonjakan tinggi. Itu membuat orang asli Papua (OAP) kian tersingkir, tidak banyak yang berkembang.

Meski beberapa diantaranya sedikit mencoba usaha tertentu, tidak bertahan di tengah persaingan. Bahkan, terkesan tidak adanya ruang untuk hidup dan bersaing karena didominasi oleh kaum pendatang.

“Orang asli Papua bisa dihitung dengan jari karena pertumbuhan penduduk sangat terlambat akibat kurang produksi anak dan kematian lebih tinggi, kawin campur dan migrasi yang datang ke Papua lebih tinggi dari orang asli Papua yang ada,” kata pastor Yohanes Yempormase, OSA saat menyampaikan pesan dan kesan Natal di Stasi Markus Paroki Ayawasi, kampung Maan, tidak lama ini.

Diungkapkan lebih lanjut, sudah ada data bahwa orang asli Papua di kota-kota besar di Papua populasinya sedikit. Persaingan umat antara masing-masing agama di Tanah Papua seimbang, pertumbuhan penduduk di Tanah Papua khususnya OAP sangat lambat karena dipengaruhi berbagai tantangan tadi.

“Dengan kondisi yang ada diminta jaga keluarga masing-masing. Kalau Tuhan memberi kesempatan dapat anak lahirlah anak sebanyak-banyaknya. Jangan tergiur dengan program keluarga berencana (KB), itu program berlaku di luar Papua, sedangkan di Tanah Papua kita rencanakan keluarga besar (KB) sepuluh anak,” tuturnya.

Pastor Yohanes mengajak untuk minta Tuhan memberikan anak yang banyak agar mereka kelak hidup dan meneruskan serta mewarisi Tanah Papua yang kaya raya ini.

“Kita tidak bisa main-main, jaga keluarga dengan baik dan lahirlah anak-anak yang banyak untuk mengisi bumi Papua. Imbauan ini bukan hanya disampaikan di Maybrat, tetapi juga di tempat lain karena seluruh Papua mengalami hal yang sama. Kalau seperti itu, siapa yang menyelamatkan OAP? Hanya kita yang selamatkan kita sendiri,” tandasnya.

Pewarta: Engel Semunya
Editor: Arnold Belau