Masyarakat Dogiyai Tuntut Pemda “Atasi” Miras, Perjudian dan Togel

0
1175

DOGIYAI, SUARAPAPUA.com — Peredaran minuman keras (Miras) yang kian mengkhawatirkan dampaknya serta maraknya perjudian termasuk Toto Gelap (Togel) di wilayah Kabupaten Dogiyai, diminta segera diberantas dengan dasar peraturan daerah (Perda).

Tuntutan tersebut disampaikan masyarakat Dogiyai yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Papua Peduli Budaya Mee (SRPBM) saat aksi damai awal bulan ini di kantor DPRD Kabupaten Dogiyai.

Dalam aksi damai yang diawali dengan long march dari lapangan sepakbola Moanemani, masyarakat tuntut pemerintah daerah segera tindaklanjuti instruksi Gubernur Lukas Enembe pada tahun lalu.

“Kami tetap tuntut pihak legislatif dan eksekutif melihat persoalan di sini sudah parah dengan adanya Miras, togel dan semua jenis perjudian. Tuntutan kami, bikin perda untuk berantas barang-barang tidak baik itu dari Dogiyai,” ujar Yesaya Goo dalam orasinya di Komago, halaman kantor DPRD Dogiyai.

Senada juga ditegaskan Bernardo Boma, koordinator lapangan. Menurut dia, tuntutan tersebut harus direalisasikan untuk selamatkan rakyat dan daerah.

“Masalah pembutan miras itu sudah diberitahukan kepada DPRD Dogiyai, tetapi belum diakomodir. Ini bahaya. DPRD harus tutup jalan masuk bagi pihak yang sedang pasok dan jual miras di kabupaten Dogiyai,” ungkapnya.

Massa aksi juga tuntut Pemkab Dogiyai segera tindaklanjut Perda nomor 15 Tahun 2013 tentang pengendalian Miras.

Selain itu, pemerintah harus tuntaskan pelanggaran HAM  yang terjadi akibat miras, dan tutup semua tempat perjudian di Kabupaten Dogiyai. Tuntutan berikut, hentikan impor pangan dari luar daerah, dan hentikan juga tindakan militerisme di wilayah Dogiyai.

Bukan kali ini saja, menurut Benediktus Goo selaku koordinator umum SRPBM, aksi serupa telah digelar sebelumnya. “Kami melakukan aksi sudah tiga kali. Tetapi DPRD belum akomodir aspirasi rakyat. Jadi, kami kembali aksi yang keempat kali.”

Benny mengungkapkan fakta hari ini beberapa orang muda di Kabupaten Dogiyai telah meninggal akibat miras. Dari data yang ada, aktor penjualan miras dan tempat-tempat perjudian adalah pihak keamanan sebagai lahan bisnis.

“Faktanya, bisnis itu sudah merugikan masyarakat Dogiyai,” kata Goo.

Aspirasi dan tuntutan masyarakat disambut Yakobus Dumupa, Bupati Kabupaten Dogiyai. Di hadapan para anggota DPRD dan massa aksi, Bupati setuju dengan usulan tentang pembuatan Perda Miras.

Masyarakat Dogiyai saat demo ke DPRD Dogiyai bebebrapa waktu lalu. (Agustinus Dogomo- SP)

Menurut Bupati, tidak hanya soal miras, tetapi tempat-tempat perjudianpun akan dibuat perda.

Mantan MRP ini berjanji akan membuat Perda dalam sidang perubahan tahun 2018.

Lanjut Dumupa, untuk membuat Perda tugas esekutif dan legislatif. Sedangkan untuk mengamankan yang mabuk dan lain-lain adlaah tugas kita semua.

Sementara itu, Nason Pigai, pejabat teras yang juga pengurus lembaga adat, menyampaikan itikadnya mendukung aspirasi rakyat. Bagi dia, hal tersebut memang sangat penting untuk diperhatikan secara.

“Selain soal miras, perjudian, togel, tempat hiburan tidak sehat, harus juga terbitkan peraturan daerah tentang makanan impor yang berformalin. Ini pusat makanan sehat, tetapi daeri luar Dogiyai selalu bawa datang makanan tidak sehat. Kita harus batasi, bila perlu larang,” tegasnya.

Pewarta: Agustinus Dogomo
Editor: Arnold Belau