Jalan Rusak Hambat Warga Okaba Pasarkan Hasil Alam

62

Metro Merauke/SUARAPAPUA.com — Kepala Distrik Okaba, Kabupaten Merauke, Papua, Fransiskus Kamijay mengatakan, selama ini masyarakatnya sulit memasarkan hasil alamnya ke kota, lantaran ruas jalan Bian-Okaba rusak parah.

“Bagaimana mungkin hasil alam seperti pisang, umbi-umbian, kopra dan daging dibawa ke kota, kalau kondisi jalan rusak parah. Belum lagi, jalur jalan sepanjang 36 kilometer dari Bian-Okaba hanya dapat dilalui kendaraan roda dua,” kata Kamijay kepada Metro Merauke, Selasa (6/2/2018).

Menurutnya, jalan Bian-Okaba juga sebagai penghubung beberapa distrik lain di antaranya Tubang dan Ngguti. “Memang itu satu-satunya jalur darat. Setelah sampai di Bian, baru menggunakan perahu motor untuk menyeberang,” ucapnya.

Kata Frans, selama ini masyarakat terus bertanya-tanya kapan jalan itu diaspal. Ia hanya dapat menyampaikan kepada masyarakatnya untuk bersabar, karena jalan itu merupakan ruas jalan provinsi.

Beberapa waktu lalu, lanjut dia, Bupati Merauke, Frederikus Gebze memerintahkan pembersihan jalan Bian-Okaba sepanjang kurang lebih 3 kilometer. Namun hanya sebatas membabat tumbuhan sekitar jalan, belum dilakukan pengaspalan.

“Memang itu adalah jalan aspal. Hanya saja, sudah menjadi jalan setapak, karena di samping kiri dan kanan jalan ditumbuhi rumput,” ujarnya.

Dikatakan, jalan tersebut hanya dapat dilalui motor. Kendaraan roda empat tak dapat melintas, karena ada beberapa jembatan darurat yang dibuat warga dan tak dapat dilalui mobil.

“Bupati Merauke sudah menyampaikan, April mendatang, beberapa jembatan darurat akan dikerjakan, sehingga dapat membuka akses untuk kendaraan lain melintas,” katanya.

Sumber: Metro Merauke

SHARE