Wadah Mahasiswa Utamakan Proses Kaderisasi

0
507

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Organisasi mahasiswa merupakan tempat bagi setiap anggota belajar berbagai hal yang tentunya akan berguna di kemudian hari. Proses kaderisasi untuk kemudian diterapkan setelah pulang ke kampung halaman, penting diutamakan dalam program kerja.

Harapan ini dikemukakan Leonardus O Magai, sekretaris jenderal Ikatan Mahasiswa Se-Papua (IMASEPA) Jawa Barat, saat membuka secara resmi kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) I Ikatan Mahasiswa Kepulauan Yapen dan Waropen (IMAYAWA) kota studi Bandung, Minggu (25/2/2018).

Magai berpendapat, kegiatan Mubes yang biasanya diadakan setiap wadah mahasiswa sejatinya tidak sekadar ajang pencarian figur pimpinan organisasi.

“Tetapi, lebih dari itu, ada manfaat besar bahwa para anggota harus mengetahui proses kaderisasi serta penerapannya demi menciptakan pemimpin yang dapat merubah Saireri ke arah yang lebih baik,” tuturnya.

Ia mengingatkan, bentuk organisasi itu gampang saja, namun sulit ketika mewujudkan harapan dan kebutuhan anggota organisasi.

Diakuinya, banyak organisasi Papua di Jawa Barat, tetapi belum dapat menjawab sesuai keluhan dari beberapa mahasiswa. “Nah, ini menjadi tantangan bagi kepemimpinan baru ini,” kata Magai.

Dngan adanya berbagai persoalan tersebut, ia sarankan kepemimpinan semestinya disesuaikan dengan perkembangan jaman dan membaca situasi kondisi saat ini agar fungsi organisasi dapat berjalan maksimal, juga tentunya dapat dinyatakan sebagai figur masa depan bangsa.

Sembari menyambut secara resmi sebagai satu paguyuban baru di IMASEPA Jabar, Magai juga menyampaikan kepada pengurus ikatan harus kerjasama yang baik agar ada perubahan di waktu selanjutnya.

Magai berharap, organisasi mesti dijadikan tempat pembinaan, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia bagi seluruh anggota melalui berbagai kegiatan yang dirancang dalam program kerja.

Kegiatan Mubes dihadiri sedikitnya 50-an mahasiswa Papua yang tergabung dalam IMAYAWA Bandung. Mubes ini diselenggarakan dengan mengusung tema utama “Menata untuk membangun Saireri”, bertempat di aula Alfamart Lantai II, Jalan Cikawao Nomor 101 Lengkong, Bandung.

“Ini ajang mencari figur pemimpin organisasai mahasiswa Papua khususnya kabupaten Kepulauan Yapen dan Waropen,” jelas Jener D Fonataba, ketua panitia pelaksana Mubes I.

Fonataba juga sependapat dengan Magai, bahwa para anggota mesti menjadikan organisasi sebagai tempat belajar agar 10 tahun kedepan Kepulauan Yapen dan Waropen dapat ditata dengan baik oleh generasi masa kini.

Senada diungkapkan Yesaya C Waromi, ketua IMAYAW Bandung. Meski tergolong baru hadir, organisasi yang dipimpinnya akan berkembang menggapai tujuan awal bagi setiap anggotanya.

Waromi berkomitmen menjalankan wadah ini selama masa kepemimpinan sebagai tempat belajar berorganisasi dan menimba pengetahuan sebagai bekal sebelum pulang ke daerah asal.

“Yang penting ada niat dan semangat, saya yakin kita akan mendapat banyak hal melalui wadah ini,” ucap Waromi.

Usai Mubes, selanjutnya anak-anal asal Yapen dan Waropen itu rayakan hari ulang tahun yang pertama. “Selangkah lebih maju”, demikian tema yang diusung di perayaan tersebut.

 

REDAKSI

print