Rakyat West Papua Diajak Bersolider untuk Korban Gempa Bumi di PNG

0
1168

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Warga Papua Barat yang berdomisili di provinsi Papua dan Papua Barat diajak untuk bersolider dengan saudara-saudara Melanesia di Papua New Guinea (PNG) yang tertimpa gempa bumi. Bencana tersebut terjadi pada Rabu, 26 Februari 2018.

Himbauan dari Solidaritas Papua Barat Untuk Korban Gempa Bumi di Papua New Guinea, wujud solidaritas bagi warga PNG pasca bencana gempa, dapat dilakukan segera demi membantu kesulitan yang sedang dihadapi sesama Melanesia di negara tetangga.

“Mulai hari ini, kami akan melakukan aksi solidaritas untuk korban gempa bumi di Papua New Guinea. Untuk itu, seluruh rakyat Papua dari berbagai lapisan sosial untuk turut berpartisipasi,” kata Krist Dogopia dari Solidaritas Papua Barat untuk Korban Gempa Bumi di PNG.

Pihaknya juga menyampaikan turut berbelasungkawa atas peristiwa bencana alam yang menimpa warga PNG.

Wujud belasungkawa itu rencananya akan dilakukan dengan cara aksi 1000 lilin di Abepura, Kota Jayapura, Senin (12/3/2018) besok sore.

Dikabarkan, gempa bumi berkekuatan 7,5 skala richter mengguncang wilayah provinsi Pegunungan Southern Highlands, terletak 600 kilometer dari ibukota Port Moresby. Akibat gempa tersebut, tidak sedikit fasilitas perumahan hancur. Pun, jalan raya rusak parah. Juga menelan korban jiwa lebih dari 100 orang. Dan, sekitar 500 orang menderita luka-luka.

A landslide cutting of the road from Tambul to Mendi following a 7.5 earthquake. Photo: Andrew Solomon via RNZ

Gempa bumi ini juga mengakibatkan banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal mereka. Hingga kini kurang lebih 17.000 orang berada di tempat pengungsian. Untuk sementara para korban masih menunggu bantuan internasional lainnya.

Media internasional melaporkan kondisi terakhir, masyarakat masih waspada terhadap terjadinya gempa susulan. Sedangkan, pemerintah sedang bekerja untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun di beberapa tempat.

Kondisi tragis yang tengah menimpa warga PNG tentu saja mengundang rasa simpati dan solidaritas dari berbagai penjuru dunia. Apalagi gempa susulan dikabarkan masih sering terjadi.

Hari Selasa (6/3/2019), menurut data United State Geological Survey (USGS), terjadi tiga kali gempa susulan dengan kekuatan lebih dari 5 SR mengguncang pegunungan Southern Highlands, sekitar 600 km barat laut ibu kota Port Moresby.

William Bando, pejabat pemerintah provinsi Hela, mengaku, ia dan warga tidak dapat tidur lantaran terus terguncang sepanjang malam. Guncangan dirasakan hampir tiap saat.

Ia mengabarkan, setelah gempa susulan sudah bertambah banyak kerusakan dan kehancuran setelah pada 26 Februari gempa terbesar menerjang wilayah pegunungan. Tak sedikit gedung rata tanah, terjadi longsor dimana-mana, bahkan operasional perusahaan minyak dan gas ditutup.

Terakhir Rabu (7/3/2018) terjadi gempa susulan berkekuatan 6,7 SR di pegunungan Southern Highlands. Mengakibatkan sedikitnya 18 orang meninggal. Ini menambahkan jumlah korban akibat gempa yang lebih besar pada pekan lalu.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat internasional untuk menggalang solidaritas bagi rakyat di PNG yang terkena guncangan gempa bumi,” kata Dogopia.

REDAKSI