Empat Bulan Tidak Digaji, Anggota Pol PP Paniai Ribut

0
523
Kantor Bupati Paniai di Madi. (IST - SP)

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Denias Tekege, satu dari 260 orang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Paniai, Selasa (13/3/2018) pagi, melakukan keributan di depan kantor Dinas Keuangan Paniai, Enarotali, terkait gaji yang terus ditunggak selama empat bulan.

“Sudah empat bulan, dari bulan Desember 2017 sampai Maret 2018, gaji kami belum dibayar. Kemana uang-uang itu,” katanya kesal.

Mendengar itu, sekretaris Dinas Keuangan baru, Ofni Yeimo beserta seluruh stafnya langsung keluar menemui dia.

Denias di hadapan mereka, mengaku dirinya datang ke kantor keuangan karena muak dengan sikap pihak keuangan yang terus terkesan tak mau memproses gaji mereka.

“Kami anggota Pol PP di Paniai ada 260 orang. Kata bos kami, berkas untuk mencairkan gaji sudah diserahkan ke kantor keuangan seperti biasanya. Tetapi selama empat bulan ini tidak ada respon,” tuturnya dengan nada kecewa.

Bagi Denias, empat bulan adalah waktu yang cukup lama untuk bersabar apalagi persoalannya menyangkut gaji perbulan.

“Uang lain boleh, mau tahan kah, potong kah, terserah. Tetapi ini gaji, harus dibayar tiap bulan,” ujarnya.

Ia akui akibat dari itu dirinya mengalami kesusahaan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

“Dari gaji ini saya biasa beli beras satu karung untuk satu bulan. Tambah lagi dengan kebutuhan lain. Sekarang sudah tidak. Terus siapa yang mau hidupi keluarga saya kalo begini terus,” ungkap Denias.

Menanggapi itu, sekretaris Dinas Keuangan, Ofni Yeimo, mengatakan, tidak tahu soal itu karena baru diberi kepercayaan oleh PLT Bupati. Namun karena sudah menjadi tanggung  jawabnya sekarang, berkas yang dimasukkan tetap akan dicek.

“Tetap akan kami cek, cuma tidak bisa janji waktunya kapan karena admin keuangan berupa user name dan password belum kami dapat dari pejabat lama,” kata Yeimo.

Untuk itu, Denias dan teman-temannya diminta untuk bersabar menunggu.

“Kalau ada berkasnya, pasti akan langsung diproses. Jadi, bersabar saja. Dan, terima kasih juga karena sudah ingatkan kami,” kata Yeimo.

Setelah dengar itu, Denias tenang, lalu pulang.

Pewarta: Stevanus Yogi
Editor: Arnold Belau

print