3.574 Siswa SD, SMP dan SMA/K di Tolikara Siap Ikut USBN dan UN

0
1860

KARUBAGA, SUARAPAPUA.com — Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2017/2018 di Kabupaten Tolikara akan diikuti oleh 3.574 peserta dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK yang ada di kabupaten itu.

Ketua Panitia Ujian Tingkat Kabupaten Tolikara tahun 2018, Remain Gurik, mengatakan, sebelum ujian sekolah maupun ujian nasional dilaksanakan, pihaknya memberi penguatan kepada para kepala sekolah, panitia dan ketua sub-rayon penyelenggara ujian dengan kegiatan sosialisasi pelaksanaan USBN dan UN tahun ajaran ini..

Sosialisasi diadakan di aula GIDI Karubaga, Jumat (16/3/2018) kemarin, kata Gurik, tujuannya supaya guru-guru lebih paham terutama karena ada beberapa hal perubahan yang harus diperhatikan.

“Tujuan sosialisasi adalah menyampaikan perubahan-perubahan tentang pelaksanaan ujian sekolah maupun ujian nasional, sehingga kepala sekolah serta ketua sub-rayon ikuti prosedurnya yang ditetapkan oleh pemerintah pusat atau disebut dengan panduan operasional sekolah (POS). Seluruh sekolah se-Kabupaten Tolikara wajib ikut, kita siap atau tidak siap, wajib melaksanakan aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” ungkapnya dalam sambutan.

Gurik minta materi sosialisasi dipahami baik untuk dilaksanakan saat ujian berlangsung.

“Kita membagi pengetahuan, memang bapak bisa menyelenggarakan ujian, tetapi perubahan ke perubahan ini perlu diketahui supaya jangan sampai kita terpaku dengan aturan lama. Ada beberapa perubahan, jadi perlu dipahami,” ujarnya.

Ia melaporkan, peserta ujian dari tingkat SD sampai SMA/SMK se-Kabupaten Tolikara secara keseluruhan berjumlah 3.574 orang. Dari SD sebanyak 2.142 murid, SMP 1.036 siswa, SMA 274 siswa, SMK 30 siswa, Paket C 73 siswa, dan Paket B 17 siswa.

“Tingkat SD ada 17 rayon, tingkat SMP 10 rayon, SMA 3 rayon, SMK 1 rayon, Paket 2 rayon,” jelasnya.

Kata dia, kegiatan US akan dilaksanakan tanggal 19-23 Maret 2018. Sedangkan UN tanggal 9-12 April 2018.

“Untuk uian Paket C dan B biasanya ujian bersamaan, tetapi sekarang tidak bersamaan. Kalau soal-soal disiapkan oleh tutur PKBM, maka ujian paket ditunda sampai ada informasi dari panitia ujian paket, nanti mereka akan teruskan melalui kepala bidang,” kata Gurik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tolikara, Saulus Narek dalam sambutannya mengapresiasi para kepala sekolah dan guru-guru yang berkenan hadir memenuhi undangan.

Meski waktunya mepet, ia beri jempol kepada para kepala sekolah, panitia beserta ketua sub rayon yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini.

“Sungguh sangat luar biasa sebab dilihat dari medan atau geografis sangat tidak memungkinkan, tetapi syukur karena semua bisa hadir,” puji Narek.

Kesempatan ini baginya amat langka karena selama beberapa bulan tidak berjumpa.

“Selama tiga tahun anak-anak belajar, kami akan memberikan selamat jalan. Maka, saya sampaikan terima kasih kepada guru-guru karena kalian pencetak generasi Tolikara kedepan,” tuturnya.

Saulus memastikan, soal-soal ujian bagi SMA yang jauh dari ibukota kabupaten, akan disalurkan mulai hari ini, Sabtu (17/3/2018).

“Untuk daerah yang hanya dijangkau dengan transportasi udara, kami koordinasi sama pihak perhubungan. Ya, supaya segera diangkut dan USBN bisa terlaksana sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Pewarta: Nay Yigibalom
Editor: Arnold Belau