Yoman: OAP Jangan Jual Tanah!

    0
    1352

    JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — “Orang yang menjual tanah adalah orang yang tidak berhikmat dan tidak berakal budi. Orang yang menjual tanah adalah orang tidak berilmu dan bodoh. Orang yang menjual tanah adalah yang menciptakan kemiskinan pemanen untuk anak dan cucunya.”

    Demikian penegasan yang disampaikan Dr. Socratez Sofyan Yoman setelah mengikuti dinamika akhir-akhir ini marak terjadi jual-beli tanah di seluruh Tanah Papua.

    Yoman minta kepada orang asli Papua (OAP) bahwa tindakan jual tanah harus dihentikan. Sebab kalau jual tanah sudah pasti anak dan cucunya akan menjadi budak-budak dan pengemis abadi di tanah airnya sendiri.

    “Orang yang menjual tanah adalah orang yang tidak menghormati Tuhan dan leluhur, nenek moyangnya,” kata Yoman, Rabu (28/3/2018).

    Tokoh Agama ini mengingatkan orang Papua hargai hidup, hormati ciptaan Tuhan. Perlu juga refleksikan esensi tanah sebagaimana dilakukan leluhur dan orang tua.

    “Tanah adalah mama, ibu kita. Tanah adalah hidup kita. Tanah adalah kekayaan sangat berharga bagi anak dan cucu kita. Tanah adalah investasi dan tabungan dan kekayaan masa depan anak dan cucu kita,” ungkapnya.

    “Dengan dasar ini, saya berkampanye bahwa tanah jangan dijual,” ujar Yoman.

    Investasi Abadi

    Menurut Yoman, tanah merupakan investasi masa depan. Sebuah investasi yang akan diwariskan oleh generasi hari ini untuk generasi 100 tahun mendatang.

    Dinamika hidup rakyat Papua setelah dimasukkan paksa dengan moncong senjata ke dalam wilayah NKRI, kata dia, berbeda dengan sebelumnya.

    “Realitas kehidupan rakyat dan bangsa West Papua sangat paradoks dengan kehidupan sebelum Indonesia menduduki dan menjajah rakyat ini,” ia membandingkan.

    Fakta bahwa leluhur, nenek moyang, orang tua kami telah mewariskan berbagai macam nilai hidup dan salah satunya yang sangat berharga adalah tanah.

    “Leluhur, nenek moyang, orang tua mempercayai bahwa tanah adalah ibu, mama mereka. Tanah adalah hidup mereka. Tanah adalah kelangsungan masa depan mereka. Tanah adalah roh mereka. Tanah adalah warisan yang sangat berharga. Tanah adalah segala-galanya. Karena itu, tanah dijaga, dilindungi dan dipertahankan dengan ketat.”

    Lanjut Yoman, kenyataan sekarang, tanah justru dengan ringan hati, ringan pikiran, ringan tangan dijual dan diserahkan begitu saja kepada para penjajah dan kolonial.

    “Buktinya, dimana-mana ada tertulis: Ini Tanah Milik TNI, Tanah Milik Polri dan nama-nama lainnya. Itu seharusnya tidak boleh terjadi,” ujarnya.

    Secara langsung dan tidak langsung nasib masa depan anak dan cucu rakyat dan bangsa Papua otomatis ada di tangan penjajah yang kejam, penipu, perampok, pembohong dan pembunuh, maka menurut Yoman, tanah tidak boleh dijual.

    “Jangan buat anak dan cucu kita nanti menjadi pengemis abadi di atas negeri leluhur.”

    Sekali lagi ia tegaskan, “Kita jual tanah berarti kita telah membunuh dan menghancurkan masa depan rakyat dan bangsa West Papua. Kita mewariskan penderitaan dan kemiskinan permanen bagi anak, cucu kita.”

    Yoman menambahkan, investasi berharga kita warisan kepada anak dan cucu kita ialah iman, ilmu, pengalaman sejarah, nilai-nilai hidup, harta uang. “Tetapi, tanah adalah warisan yang sangat berharga karena ia mama, ibu kita. Maka, jangan jual tanah,” tegasnya.

    Pewarta: CR-4/SP
    Editor: Arnold Belau