Buka Pelaksanaan UN, Wabup Tolikara: Hati dan Pikiran Menentukan Masa Depan

0
509

KARUBAGA, SUARAPAPUA.com—Pelaksanaan Ujian Nasional  2017-2018 secara serentak  di kab. Tolikara dapat berjalan lancar dan aman.

UN tingkat Kabupaten Tolikara dibuka secara resmi  oleh Wakil Bupati Kabupaten Tolikara, Dinus Wanimbo di sub rayon satu, SMA Negeri Karubaga. Sekolah yang masuk di sub rayon satu diantaranya: SMA Negeri Karubaga, SMA YPPGI Karubaga dan SMA Negeri Kembu dipusatkan SMA Negeri Karubaga.  senin (09-04-2018

Wakil Bupati Tolikara dalam arahannya di hadapan siswa, guru-guru SMA serta pengawas propinsi, dan Kepala Dinas pendidikan serta staf, mengatakan bahwa Ujian Nasional merupakan momen yang sangat penting yang menentukan langkah selanjutnya bagi peserta didik, untuk menuju masa depan dan cita-cita yang diinginkan.

“UN merupakan titik kulminasi atas segala perjuangan, yerih paya serta segala usaha yang telah tempuh selama dalam proses pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan,” katanya pada Senin (09/04/2018) kemarin.

Dalam suatu siklus proses belajar mengajar, kata Wanimbo, UN merupakan sarana yang paling valid untuk menilai pencapaian kompentensi kelulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk memetakan sampai sejauh mana mutu penyelenggaraan pendidikan kita, selain itu hasil UN masih membutuhkan untuk memenuhi syarat guna melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“UN kali ini menjadikan cermin untuk mengetahui wajah pendidikan kita dan mengukur efektifitas proses belajar mengajar yang berlangsung selama ini dengn serangkaian teknik dan metode yang telah kita terapkan apakah output yang kita peroleh sesuai dengan yang kita harapkan” ujarnya.

Wakil Bupati yakin dan percaya bahwa para guru dan tenaga pengajar di setiap sekolah telah bekerja keras menyiapkan para siswa dengan sebaik-baiknya dalam menghadapi UN, baik dalam penguasaan akademik mata pelajaran yang diujikan maupun sikap mental dalam menghadapi UN

Memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh insan pendidikan, Guru-guru di semua jenjang satuan pendidikan, terhadap integritas, professionalisme, kependulian dan perhatian yang diberikan secara iklas dan sungguh-sungguh dalam menumbuh kembangkan dunia pendidikan di daerah ini.

Wakil Bupati Wanimbo berpesan kepada Siswa peserta UN, dengan rasa percaya diri yang tinggi, UN adalah peristiwa biasa tidak perlu ada yang takutkan secara berlebihan, ini hanyalah proses untuk mengantarkan kalian semua ke jenjang yang lebih tinggi, UN adalah manifestasi dari usaha belajar kita selama ini siapa yang belajar dengan keras dengan sungguh pastilah akan dapat hasil yang terbaik.

“Saya yakin kalian semua telah menyiapkan diri dengan sebik-baiknya,”.

“SMA yang ada di kami Tolikara berjumlah 5 SMA Negeri, satu yayasan dan satu SMK Negeri semuanya 7 SMA, jumlah peserta UN tahun 2018 tingkat SMA 322 siswa tersebar 7 SMA dikabupaten Tolikara,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Saulus Narek, mengatakan, dalam sistem pendidikan berbasis standar, penilaian pendidikan dilaksanakan melalui dua cara yaitu School Assesment (penilaian oleh satuan pendidikan) dan National Assesment (penilaian oleh Pemerintah).

Dalam implementasinya penilaian oleh satuan pendidikan dilaksanakan melalui USBN untuk masing-masing jenjang SMA/SMK, SMP, SD dan pendidikan kesetaraan.

“Penyelenggaraan UN secara Nasional menggunakan dua moda yaitu UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), UNKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas) dan Pensil, tetapi karena keterbatasan koneksi internet dan ketersediaan perangkat computer, maka sangat disayangkan kita di Tolikara masih belum ada satuan pendidikan yang menggunakan mode UNBK,” ujarnya.

Ia berharap Tahun depan bisa menggunakan moda UNBK.

“Tentunnya harus disertai dengan menyiapkan perangkat keras dan perangkat lunaknya dari saat ini, moda UNBK menjadi yang diutamakan, karena dari segi efisien, kepraktisan dan integritas,” harapnya.

Ia berharap kepada anak-anak peserta didik agar mengerjakan soal UN dengan benar.

“Sebab yang menentukan kelulusan adalah siswa sendiri bukan dari Guru-guru sehingga selama 90 menit satu mata pelajaran dikerjakan dan teliti dengan baik,” katanya kepada peserta UN.

 

Pewarta: Nay Yigibalom

Editor: Arnold Belau

print