Kasus Penembakan, Pemda Dogiyai Diminta Ambil Sikap Tegas

0
562
Salah satu korban penembakan aparat kepolisian di Dogiyai. (IST/SP)
Alm. Gerry Goo saat terbaring di rumah sakit. (IST - SP)

DOGIYAI, SUARAPAPUA.com — Masyarakat Dogiyai meminta pemerintah daerah setempat mengawal hingga tuntas kasus penembakan dua pemuda yang terjadi di kampung Mauwa, Dogiyai, Jumat (6/4/2018) malam.

Hal itu diungkapkan Benny Goo, tokoh pemuda Dogiyai, dengan harapan agar pelaku yang melakukan penembakan dihukum sesuai perbuatannya.

“Kalau rakyat diganggu melebihi batas sampai mengancam nyawa, di situ pemerintah sebagai orang tua dari rakyat harus pasang muka lindungi dan bela rakyatnya dalam kondisi apapun,” ujar Benny ketika dihubungi suarapapua.com, Rabu (11/4/2018).

Untuk itu, dia berharap, pemerintah daerah dapat menunjukkan sikap orang tua melindungi anaknya dari bahaya dengan mengawal kasus penembakan itu hingga benar-benar tuntas.

“Rakyat butuh perlindungan. Ini kerinduan rakyat Dogiyai sekarang. Pemda harus tunjukkan sikap itu,” ungkapnya.

Di Dogiyai, kata Benny, berbagai peristiwa serupa yang sudah terjadi, tidak pernah tertangani baik. Sehingga aparat selalu menganggap enteng untuk terus lakukan kekerasan.

Oleh karena itu, pihak pelaku tidak bisa hanya ditegur lalu minta maaf. Apalagi pelaku tidak dihukum sesuai perbuatannya.

“Kami minta Pemda ambil sikap tegas dan lakukan upaya-upaya konkrit dalam kasus ini,” ujarnya.

Benny juga meminta pimpinan Kepolisian Daerah Papua (Kapolda) dapat mengambil sikap tegas dengan menghukum anak buahnya yang melakukan penembakan karena telah melakukan beberapa pelanggaran.

“Pertama, melakukan tindakan pelanggaran HAM. Kedua, menggunakan alat negara (senjata) semena-mena untuk mencederai rakyat kecil. Dan yang ketiga, mencoreng nama baik institusi militer sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat,” beber dia.

Lanjut Benny,  “Polda Papua tidak boleh punya alasan untuk tidak hukum anak buahnya. Hukum yang ada harus ditegakkan.”

Bupati kabupaten Dogiyai, Yakobus Dumupa, Selasa (10/4/2018), melalui akun facebook pribadinya, mengakui bahwa dirinya telah melaporkan kasus tersebut ke pimpinan aparat TNI dan Polri di provinsi Papua.

“Saya telah bertemu dengan PANGDAM XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua. Saya melaporkan secara sepintas kronologisnya,” tulis Dumupa.

Pangdam dan Kapolda, diakuinya, telah merespon laporannya. “Bapak Pangdam bilang akan mengecek kejadian itu di lapangan. Sedangkan bapak Kapolda akan membentuk tim untuk melakukan investigasi atas masalah tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, bupati berharap masyarakat dan aparat TNI-Polri di Kabupaten Dogiyai menjaga ketenangan, ketertiban dan hindari tindakan provokasi serta hidup saling menghargai dan menghormati satu sama lain, agar masalah tersebut diselesaikan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku di negara Indonesia.

Untuk kondisi terakhir kedua korban yang tertembak, Bupati menyampaikan, satu orang sedang dirawat di Puskesmas Mowanemani. Sedangkan yang seorangnya akan dirujuk ke Jayapura.

“Biaya perawatan akan ditanggung pihak Kepolisian, sedangkan biaya pendampingan korban dari pihak RSUD Nabire dan keluarga ditanggung Pemda Dogiyai,” kata Bupati Dumupa.

Pewarta: Stevanus Yogi

print