Inilah Warisanmu (7); Kamu dan Leluhur

0
330

Oleh: Mikael Tekege)*

“Kedekatan kita dengan leluhur bukan penyembahan berhala.” Bapak Tua kali ini bicara tegas ditengah penuturannya malam itu di Emaawaa. Ia seperti hendak membantah anggapan segelintir orang.

Kamu dan Leluhur

Anakku, kamu adalah generasi yang kesekian, di tanah ini, di kampung ini dan di wilayah ini telah meletakkan peradaban keturunan suku dan bangsamu oleh leluhur. Mereka (leluhur) telah berkarya di negeri ini, membuat banyak kisah yang patut kita kenang saat ini.

Anakku, leluhur telah menjaga negeri ini dari nafsu birahi manusia. Leluhur memberikan dan mewariskan negeri ini secara utuh kepadamu untuk menjaganya, bukan untuk menaklukan demi nafsu kepentingan individu. Anakku, yang diwariskan adalah milikmu yang akan diwariskan pula kepada generasi berikutnya.

Anakku, para leluhur selalu memperhatikan hidup kita, selalu membantu dalam menghadapi badai kehidupan ini. Leluhur selalu mendoakan kita kepada Sang Pencipta alam semesta yang begitu luas ini agar hidup kita selamat. Anakku, leluhur kita akan sedih melihat hidup kita yang hancur akibat kelalaian kita.

Anakku, kamu harus mendekatkan diri kepada para leluhur kita yang telah, sedang dan akan menjaga hidup kita, alam kita, kampung kita dan negeri kita ini. Anakku, leluhur akan lebih senang dan bahagia di dunia mereka, jika engkau lebih dekat.

Anakku, tak benar jika orang mengatakan kedekatan kamu dengan leluhur adalah penyembahan berhala. Anakku, perkataan ini hanya untuk membuat dirimu jauh terpisah dari leluhur yang telah berjasa dalam kehidupan kita. Orang mengatakan demikian supaya kita lupa diri dan mengagung-agungkan adat dan budaya bangsa lain.

Anakku, tahukah kamu, mengangkat budaya bangsa lain adalah adalah ciri-ciri bangsa yang harkat dan martabatnya sedang dihancurkan demi nafsu kekuasaan dan kepentingan ekonomi politik. Anakku, angkatlah adat dan budayamu setinggi langit karena di sanalah menyimpan harkat dan martabatmu.

Anakku, mendekatkan diri pada leluhur itu sebenarnya mudah, tidak membutuhkan biaya, tidak ada manipulasi dan tidak ada yang bisa disembunyikan. Anakku, caranya adalah mematuhi aturan hukam adat dan melestarikan nilai-nilai budaya dalam hidupmu.

Anakku, kamu harus mencintai semua yang telah diwariskan, entah itu kampung halaman, sosial budaya, dan bangsamu. Jangan lupa dengan semua ini! Tengoklah sekali-kali ke kampung halaman dan tempat hunian para leluhur.

Anakku, kitab suci pun mengatakan: “Kita secara jasmani terpisah, tetapi secara rohani, kita tetap bersatu dengan leluhur.” Karena itulah anakku, kedekatan dengan leluhur adalah keharusan bagi kamu, termasuk dia dan mereka. []

Bersambung ke bagian delapan – Lepaskan Dosa Warisan

)* Penulis adalah salah satu penulis buku “Anomali Negara, Kawin Paksa Burung Cenderawasih dan Garuda”

print