Tuntut Gaji Lima Bulan, Ribuan ASN Paniai “Berontak” di Bank Papua

0
2724

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Paniai “berontak” di kantor Bank Papua Cabang Enarotali, Selasa (22/5/2018), lantaran sudah bulan kelima belum juga mendapat gaji sebagaimana layaknya.

Sikap protes diperlihatkan seluruh ASN sejak sehari sebelumnya. Mereka mempersoalkan alasan pihak bank tidak mencairkan dana. Persoalan ini dampak dari server Simda yang belum berfungsi sejak terjadinya pergantian pejabat Keuangan Kabupaten Paniai.

Informasi yang dihimpun suarapapua.com dari Enarotali, situasi saat terjadi aksi damai di Bank Papua dan Kantor Keuangan Paniai, sepanjang jalan raya dipadati orang hingga selama beberapa jam arus kendaraan macet total.

Dalam aksi tersebut para pejabat instansi bersama seluruh pegawai menuntut hak-haknya segera dibayar.

- Iklan -

Akibat belum mendapat gaji, seperti diakui pejabat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Paniai, Peli Yogi, sulit mengatasi kebutuhan harian. Biaya anak pun belum ditanggulangi orang tua.

Oleh karena itu, pihak bank didesak segera cairkan dana yang merupakan hak ASN. Pejabat Keuangan bersama pimpinan daerah telah melaporkan hal tersebut untuk diproses, hanya saja sejauh ini belum ada kejelasan. Bahkan, kabarnya, pihak bank tidak menggubris permintaan tersebut.

Para pegawai mengakui kondisi yang dihadapi hingga kini cukup berat bebannya. Lantaran sejauh ini tidak ada gaji, ASN hidup menderita dengan banyaknya kebutuhan. Dampak ini juga dirasakan masyarakat setempat.

Hal sama diungkapkan Yuli Magai, salah satu ASN, saat menghubungi suarapapua.com melalui telepon seluler dari Enarotali.

Kata Magai, akibat belum terima gaji lima bulan, ia kewalahan karena pekan depan harus mengantar anaknya ke kota untuk melanjutkan pendidikan.

Upah ASN menurut Yuli, belum diterima selama lima bulan berjalan. Selain gaji, uang lauk-pauk (ULP) juga ternyata sama nasib. Untuk itu, pihak bank harus segera layani pencairan anggaran.

Selama satu dua hari ini jika tidak ada respon yang baik, para ASN berjanji akan melaporkan ke pemerintah provinsi Papua. Pejabat atasan diminta segera turun melihat persoalan yang terjadi di Kabupaten Paniai. Mereka bahkan mengancam akan melakukan perlawanan.

Pewarta: CR-4/SP
Editor: Arnold Belau

Print Friendly, PDF & Email