Oknum Anggota Brimob Tembak Seorang Nelayan di Sorong

0
2792

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Seorang anggota yang diduga dari satuan Brimob telah tembak seorang nelayan di pelabuhan Feri, tempat jual beli ikan di Kota Sorong, Papua Barat pada Rabu (13/6/2018).

Korban dari penembakan itu atas nama Frans Kbarek yang berprofesi sebagai nelayan. Dari pengakuan korban, sebelum ditembak ia lebih dulu dipukul oleh seorang anggota TNI yang berada di lokasi bersama dengan pelaku yang menembak korban.

Kronologis yang disampaikan korban kepada ketua DAP wilayah III Domberay, Mananwir Paul Finsen Mayor, pelaku setiap pagi melarang para nelayan untuk bekerja.

“Dia ini setiap pagi kita mau kerja dia (pelaku) larang. Dia mau dia yang jaga supaya dia digaji. Satu perahu dia minta 300 ribu. Kita mau kerja dia tinggal larang trus setiap hari,” ungkapnya.

Korban mengaku, pelaku tidak sendirian. Bersama pelaku ada seorang anggota TNI. Anggota TNI tersebut yang memukul korban lebih dulu.

“Dari pagi dia taru senjata di sa (saya) pu (punya) kepala. Dia sama tentara (anggota TNI). Mereka dua yang pukul saya. Pasa saya ditembak saya tidak baku melawan lagi dengan dia, sa langsung lari. Dia tembak saya di perut dan dia toki pukul saya dengan senjata di kaki. Dia tembak banyak kali tapi langsug saya lari dan lompat ke laut. Dia pukul saya di kaki dengan pantat senjata. Nama dia (pelaku yang diduga anggota Brimob) Syarifudin dari satuan Brimob. Dia dengan tentara. tapi saya tidak tau tentara itu punya nama,” ungkapny menjelaskan kronologis kejadian.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul  06.00 pagi. Di lokasi kejadian korban bersama dengan  empat orang temannya.

“Kejadian jam 06 pagi tadi. Tadi saya dengan teman-teman ada empat orang. Yang pukul saya punya muka adalah tentara. Pas kejadian, tentara ini lari tapi brimob berdiri kokan senjata baru dia tembak sembarang,” terangnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Dewan Adat Wilayah III Domberay, Paul Finsen Mayor mengutuk keras insiden ini dan segera mendesak dipecat pelakunya dan polri sebagai pengayom dan pelindung masyararkat malah melakukan tindakan membabi buta seperti yang terjadi melepas banyak tembakan kepada masyarakat di sekitar Pelabuhan Feri, Sorong, apalagi hari ini diperingati hari HAM Wasior berdarah.

“Ini merupakan kejahatan kemanusiaan yang sangat disayangkan, keputusan DAP jelas diproses hukum dan dipecat karena telah mencederai institusi Negara. Ada oknum TNI juga yang terlibat dalam masalah ini oleh sebab itu segera di proses, oknum ini memukul korban juga,” terangnya.

Pewarta: Arnold Belau