Aprila Wayar: Menulis Berita Itu Bukan Seperti Menulis Artikel

0
1187

YOGYAKARTA, SUARAPAPUA.com — Aprila Wayar, jurnalis cum novelis asal Papua ketika memberikan materi jurnalistik pada kegiatan pelatihan menulis bersama YAPKEMA dan IPMANAPADODE JOG-LO yang diadakan di aula Asrama Dogiyai Yogyakarta, Jumat (22/6/2018) lalu mengatakan, seorang jurnalis dalam mengerjakan pekerjaan jurnalistiknya, seperti meliput, menulis dan menyajikan sebuah berita harus selalu mengedepankan aspek obyektivitas.

“Wartawan itu penulis berita. Bukan penulis artikel atau esai, yang memang dalam proses penulisannya melibatkan aspek subyektifitas. Dalam menulis berita, si wartawan harus menyampaikan keadaan sesungguhnya tanpa dipengaruhi oleh pendapat atau pandangan pribadi dia,” katanya kepada suarapapua.com, Kamis (28/6/2018) melalui pesan elektronik.

Misalnya, Aprila melanjutkan, apabila ada wartawan orang Papua meliput aksi demonstrasi yang dilakukan oleh AMP atau KNPB, dia harus menempatkan dirinya sebagai wartawan yang tugasnya melaporkan suatu kejadian secara obyektif dan berimbang sekalipun dia juga merupakan orang asli Papua.

Novelis yang pernah juga jadi peneliti di Forum Kerjasama Lembaga Swadaya Masyarakat (Foker-LSM) Papua ini pun menyayangkan sebagian orang di Papua yang menjadikan profesi wartawan cuma sebagai batu loncatan untuk terjun ke ranah politik praktis ataupun jabatan fungsional dalam pemerintahan.

- Iklan -

“Tapi terkait hal ini, sejauh ini saya melihat salah satu faktor penyebabnya adalah karena gaji atau upah wartawan di Papua yang belum layak. Jalan keluarnya, perusahaan media harus cari cara untuk memberi upah yang layak pada wartawannya. Itu sekaligus akan meminimalisir wartawan amplop,” ujarnya.

Pewarta: CR-5
Editor: Bastian Tebai

Print Friendly, PDF & Email