Terbanglah Cendrawasih!

Puisi Solidaritas Untuk Papua dari Timor Leste Sambut Peluncuran Laporan Amnesti Internasional

0
9133
Cenderawasih Papua atau bird of paradise, burung ini sering disebut sebagai burung surga karena bulunya yang sangat indah dan hanya dapat di temukan di Papua, tetapi sekarang sudah langka karena perburuhan manusia.

Oleh: Dadolin Murak)*

Mereka menikam dan mencabik perutmu dengan bayonet
seperti mereka menggali dan mengeruk
emas dari perut gunung-gunungmu yang keramat
mereka memenggal kepalamu
seperti mereka membabat
hutan-hutan mu yang indah
di lembah-lembah, bukit dan gunung
mereka menembak tubuhmu dengan timah panas
persis mereka memburu dan menembak binatang liar
mereka mengurung ragamu di penjara-penjara
layaknya binatang dalam kandang

Air sungaimu yang jernih
telah teracun oleh limbah tambang
ikan-ikan dalam lautanmu yang luas nan indah
kekayaan alam dalam rahimmu
terus dihisap para kapitalis dan penguasa rakus
Kau hanya akan menikmati limbah dan sampahnya

Aaahh…
Kau harus tetap berontak dan melawan
bagaikan gunung api yang terus mencuar
Kau harus terus bersinar
seperti sinar salju abadi di puncak Jayawija
seperti terangnya Bintang Kejora
Kau harus tetap berteriak
seperti kicaun merdu cendrawasih
di lembah-lembah tanah Papua
dan terbanglah setinggi-tingginya, Cendrawasih
‘tuk takluklah kekejaman dan ketidakadilan
Kau harus bangkit dan tegakan kepala
Seperti tegak dan kokohnya puncak Jayawijaya

======
Salam solidaritas dari Puncak Ramelau, Timor-Leste
20/05/2018

)* Penulis puisi ini adalah penulis dan Penyair di Timor Leste