Bupati Nduga: Ada Serangan dari Aparat ke kampung Alguru di Nduga

0
6916

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Yairus Gwijangge, Bupati  Kabupaten Nduga, Papua membenarkan bahwa benar ada penyerangan di Nduga. Penyerangan itu dilakukan oleh aparat indonesia ke kampung Alguru.

Bupati Yairus menjelaskan, kampung Alguru terletak di seberang kali Kenyam. Bagian Barat dari Kenyam, ibu kota kabupaten Nduga. Antara kampung Alguru dan Kenyam dilewati kali Kenyam. Bupati Yairus juga membenarkan bahwa kampung Alguru merupakan tempat di mana TPN/OPM berada.

Saat dihubungi suarapapua.com dari Jayapura, Papua, Rabu (11/7/2018), bupati Yairus mengungkapkan, serangan udara itu bikin takut masyarakat (teror) dengan melakukan tembakan dari atas (udara).

“Setelah saya pantau, akibat dari tembakan dari udara itu tidak ada masyarakat yang kena (korban),” ungkap bupati Yairus.

Yairus mengatakan, tembakan dari aparat diarahkan kepada lokasi di mana TPN/OPM berada karena mereka berada di wilayah Alguru, bukan di Kenyam.

“Kenyam dan Alguru dipisahkan oleh kali Kenyam dan tembakan diarahkan ke arah Alguru. Sebelah Timur itu Kenyam, sebelah barat itu Alguru. Jadi tembakannya diarahkan ke arah TPN/OPM di Alguru. Saya tegaskan bahwa tidak ada serangan ke masyarakat. Mereka melakukan serangan ke tempat di mana posisi TPN/OPM berada,”’ tegas bupati Yairus.

Ia menambahkan, Itu (penyerangan) memang tugas pembela rakyat dan menjalankan tugas membela negara dan bangsa.

“Jadi kita tidak bisa buat apa-apa (dengan kondisi saat ini). Hal itu kalau melawan negara, itu tugas bagian penegak (hukum) yang akan dilakukan,” katanya.

Bupati Yairus menambahkan,hal terpenting saat ini adalah pihaknya sudah menyampaikan kepada aparat untuk tidak melakukan penembakan atau penyerangan lewat udara.

“Kami sudah menyampaikan kepada yang berwajib bahwa yang hari ini dilakukan (tembakan dari udara) merupakan yang terakhir kali dan seterusnya tidak boleh dilakukan lagi tembakan dari atas. Nanti salah-salah masyarakat ini trauma kemudian bisa lari ke hutan. Jadi tidak boleh tembak sembarang. Kami sudah sampaikan kepada pihak berwajib dengan tegas tadi siang,” ungkap bupati yang sedang menjabat untuk periode kedua ini.

Masyarakat Tidak Boleh Lari ke Hutan

Setelah mengikuti arah tembakan, kata Yairus, ia sudah meminta masyarakat untuk tidak lari ke arah hutan. Namun ia menyarankan agar masuk dan tinggal di dalam rumah atau cari tempat di mana ia berada.

“Setelah saya mengikuti arah tembakan dari udara saya arahkan masyarakat untuk tidak lari ke hutan. Saya arahkan masyarakat bahwa jangan lari ke hutan. Tetapi semua masuk ke dalam rumah. Dan saya sudah sampaikan agar kalau masyarakat takut, kamu (masyarakat) semua datang ke arah di mana saya ada supaya kita saksikan sama-sama di sini,” ungkap Yairus.

Bupati dan para tokoh penting di Nduga saat berkumpul di Kenyam dan memberikan arahan kepada masyarakat pada 11 Juli 2018 (Dok Suara Papua)

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengumpulkan masyarakat di Kenyam dan memberikan beberapa arahan, masukan dan melakukan doa bersama.

“Tadi masyarakat sudah datang, dan dengar semua arahan-arahan yang kami sampaikan kemudian kami lakukan doa bersama, kemudian memberi masukan antara satu dengan yang lain supaya jangan ada yang takut dan trauma lalu lari ke hutan. Tetapi masyarakat harus bertahan di Kenyam,” terangnya.

Soal pesawat yang digunakan aparat, Yairus mengatakan, pesawat yang sebelumnya digunakan oleh aparat ditembak TPN/OPM.

“Betul. Jadi anggota ini sementara mau pake pesawat. Pesawat itu kemarin akhir bulan Juni ditembak oleh TPN/OPM. Tapi puji Tuhan pesawatnya sudah ditarik oleh maskapai penerbangan dan di Kenyam tidak ada pesawat,” jelasnya.

Menurut Yairus, karena tidak ada angkutan pesawat yang ke Kenyam, maka pihak aparat menggunakan jalur sungai untuk sampai di Kenyam.

Masyarakat saat berkumpul di Kenyam bersama bupati dan mendengarkan arahan dari bupati. (Dok Suara Papua)

“Anggota (aparat) manfaatkan jalur sungai dari Timika ke Asmat baru dari Asmat ikut muara sungai ke Kenyam. Tidak ada pesawat yang drop anggota ke Kenyam. Jadi mereka datang lewat jalur sungai,” ungkapnya menjelaskan.

Ia mengungkapkan bahwa ada pesawat jenis Helikopter yang terbang-terbang di atas Kenyam. Menurutnya, pesawat Heli tersebut datang dari Timika.

“Penembakan itu tidak dari arah Wamena tetapi dari arah Timika. Dan Heli yang masuk ke Nduga juga aksesnya dari Timika ke Kenyam. Mereka putar-putar di atas Kenyam tapi penembakan di atas kampung Alguru,” ungkapnya.

Sementara itu, sumber suarapapua.com yang tidak mau disebut namanya menjelaskan, Tadi siang sekitar pukul 12.30 siang pasukan Brimob dengan menggunakan akses sungai tiba di Nduga dari Timika. Situasi di Nduga, terutama di Kenyam dan Alguru mencekam karena kehadiran aparat dan serangan yang dilakukan aparat dengan Helikopter dan lewat dari ke kampung Alguru.

Sumber Suara Papua yang lain, yang juga tidak mau disebutkan namanya mengatakan, informasi yang beredar bahwa aparat menyerang dengan gunakan empat helikoter itu tidak benar. Yang benara adalah dua Helikopter milik TNI.

Kata dia, penyisiran itu dilakukan dengan melakukan tembakan dari dalam pesawat helikopter. Ia menduga penembakan itu melakukan senjata besar

“Yang satu standby di Kenyam dan yang satunya melakukan penembakan dan serangan dari udara ke arah kampung Alguru. Satu Heli terbang terbang naik turun sekitar tiga kali di atas kampung Alguru dan sepanjang sungai Kenyam dari jam 11 sampai jam 12. Mereka lakukan penyisiran dengan satu Heli selama satu jam di sepanjang kali Kenyam dan sekitar kampung Alguru yang dianggap sebagai markas TPN/OPM,” jelasnya.

Ia juga mengatakan hal yang sama seperti bupati Yairus. Bahwa sampai dengan sore hari tidak ada laporan bahwa ada korban dari pihak masyarakat. Ia menambahkan, informasi terbarunya, pada malam sekitar jam setengah 7 satu helikopter terbang malam agak tinggi tepat di atas  kampung Alguru.

“Heli yang terbang malam ini yang ada turunkan bom sebanyak empat kali. Dan informasi dari lapangan, tidak meledak terlalu besar. Tetapi ada asap dan terbakar. Ini terjadi malam hari,” ungkapnya.

Sampai dengan berita ini diturunkan, belum ada satu pun penyataan dari pihak TNI maupun Polri di Papua menyangkut penyerangan yang terjadi di Alguru, kabupaten Nduga.

Dikutip dari tempo.co edisi 2 Juli 2018 lalu, Kepolisian RI mengirimkan satu kompi Brimob untuk mengejar kelompok bersenjata di Papua. Kelompok tersebut menjadi dalang dalam serangkaian peristiwa penembakan yang terjadi dalam sepekan kemarin.

“Brimob kan sudah diperbantukan ke sana untuk mengejar, kalau tidak salah satu kompi (100 personel) sudah ke sana,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin, 2 Juli 2018.

Dalam pengejaran dan penangkapan kelompok bersenjata tersebut, kata Setyo, polisi telah mengerahkan berbagai upaya. Salah satunya adalah adanya dua tim untuk menangkap para pelaku.

Hingga berita ini diturunkan suarapapua.com belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian Indonesia di Papua.

Pewarta: Arnold Belau

print