Pilkada Paniai 2018: Raih Suara di 23 Distrik, Meki-Okto Menang Telak

0
10752

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Masyarakat di Kabupaten Paniai akan segera memiliki pemimpin baru untuk lima tahun mendatang (2018-2023). Ini setelah diketahui hasil akhir dari rapat pleno terbuka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 yang baru sore tadi dituntaskan.

Dari dua pasangan calon yang bertarung di Pilkada Kabupaten Paniai tahun 2018, pasangan nomor urut 3, Meki Nawipa-Oktopianus Gobai mendulang suara terbanyak di 23 distrik dengan total 71.072 suara. Pemungutan suara digelar pada hari Rabu 25 Juli 2018.

Hasil pleno terbuka yang dipimpin langsung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua selaku KPU Kabupaten Paniai, Sabtu (28/7/2018), diketahui hasilnya adalah pasangan Meki-Okto memenangkan Pilkada Paniai sesuai perolehan suara di tingkat bawah dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 100.843 orang.

Informasi yang diperoleh suarapapua.com, hasil pleno akhir panitia pemilihan distrik (PPD) tingkat kabupaten untuk paslon nomor urut 1, Hengki Kayame-Yeheskiel Tenouye mendapat 29.761 suara.

Dari 23 distrik yang ada di Kabupaten Paniai, hari ini KPU memplenokan perolehan suara dari tiga distrik yakni Siriwo, Youtadi dan Bayabiru. Dengan demikian, semua tuntas karena sehari  sebelumnya, Jumat (27/7/2018) kemarin, pleno terbuka telah digelar untuk 20 distrik yang hasilnya 65.733 suara untuk paslon Meki-Okto dan nomor urut 1 Hengki Kayame-Yeheskiel Tenouye kebagian 23.177 suara.

ads
Baca Juga:  Sebanyak 127 Peserta Memulai Program Pelatihan di Institut Pertambangan Nemangkawi

Rapat pleno terbuka di aula kantor KPU Paniai dipimpin langsung Ketua KPU Provinsi Papua, Theodorus Kossay, didampingi lima komisioner beserta ketua dan anggota Bawaslu Provinsi Papua. Hadir pula aparat keamanan, PPD dan para saksi dari kedua paslon.

Yuliton Degei, ketua tim sukses Meki-Okto, menyatakan kemenangan ini berkat dukungan murni masyarakat di kampung-kampung yang tersebar dalam 23 distrik.

“Kami saat ini merasakan dukungan langsung dari seluruh masyarakat Paniai. Masyarakat sangat cerdas memilih pemimpin terbaik Paniai lima tahun ke depan,” demikian isi siaran pers yang diterima suarapapua.com, malam ini.

Diakuinya, modal suara dari 8 distrik di wilayah tiga sudah bulat diberikan kepada dua putra terbaiknya yang diusung PKB dan NasDem. Berikut suara dari kampung Enarotali, tidak satupun diberikan kepada pasangan incumbent, menurutnya awal kemenangan.

Baca Juga:  Polemik Cagub dan Cawagub, MRP Komitmen Terapkan Garis Keturunan Patrilineal

“Di Distrik Paniai Timur, sebagai pusat ibukota Kabupaten Paniai, paslon Meki-Okto menang telak. Dari jumlah DPT sebanyak 15.821, kami raih 13.413 suara. Paslon petahana dapat 2.397 suara. Ada satu suara tidak terpakai,” tulisnya.

Sekedar diketahui, Pilkada Paniai seharusnya diselenggarakan serentak 27 Juni 2018, tapi ditunda karena sesuai hasil analisis pihak keamanan, bisa berdampak terhadap situasi daerah menyusul munculnya gelombang aksi demonstrasi dari massa pendukung paslon yang gagal menganggap sengketa pencalonan belum tuntas.

Hal tersebut buntut dari perbedaan pandangan antara KPU Paniai yang menetapkan satu paslon lawan koral kosong dan enggan mengeksekusi putusan Panwas setempat mengabulkan permohonan incumbent, setelah dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) akibat putusan Pengadilan Negeri Niaga Makassar tentang pailit.

Tertunda selama sebulan lebih, warga Paniai dari 23 distrik menyalurkan hak politiknya di 266 TPS. Tercatat DPT 100.843 orang memilih dua paslon yang sama-sama diusung partai politik (Parpol). Keduanya ditetapkan sebagai calon peserta Pilkada Paniai oleh KPU Papua melalui SK Nomor 77 untuk memberlakukan SK Nomor 29 dan membatalkan SK Nomor 31 yang diterbitkan KPU Kabupaten Paniai.

Baca Juga:  Ini Keputusan Berbagai Pihak Mengatasi Pertikaian Dua Kelompok Massa di Nabire

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Gubernur maupun Kapolda Papua memastikan pencoblosan telah berlangsung aman dan tertib. Sesuai pengamatan langsung keduanya di Paniai, tak ada kendala, tidak ada gesekan di tingkat akar rumput. Hanya memang pengiriman logistik untuk tiga distrik sempat tertunda akibat cuaca tidak bersahabat.

Proses pesta demokrasi ini, menurut Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Kamal, dikawal ketat 1.011 personil Polri dibantu TNI. Lima pejabat Polda Papua juga telah ditugaskan langsung di Paniai untuk memantau pengamanan selama proses Pilkada berlangsung.

Pengakuan Kapolda menurut Kamal, sesuai hasil pemantauan langsung di Enarotali maupun pemantauan udara dengan helikopter, Pilkada Paniai tahun 2018 telah dilaksanakan dengan baik tanpa ada gangguan keamanan.

Pewarta: CR-4
Editor:
Arnold Belau

Artikel sebelumnyaBupati Abock: Hak Tenaga Medis RSUD Dekai Segera Dibayar
Artikel berikutnyaKPMY: Mahasiswa yang Demo di Rumah Bupati Yahukimo Tidak Sepaham dengan Kami