Komisi V DPR RI Lakukan Kunjungan Kerja di Yahukimo

0
2736

YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com— Kunjungan kerja komisi V DPR RI ke kabupaten Yahukimo disambut baik oleh bupati kab. Yahukimo, Abock Busup pada Rabu (1/8/2018) kemarin di Dekai, Papua.  

Kunjungan tersbeut dipimpin oleh Fary  Djemy Francis dari partai Gerindra. Rombongan tiba pada pukul 11.30 siang dan selanjutnya melakukan pertemuan singkat dengan kepala bandara Dekai dan Pemda Yahukimo.

Polana Banguningsih, direktur bandar udara kementerian perhubungan yang hadir bersama rombongan menyampaikan, pada 2014 – 2017 pekerjaan dilakukan oleh Pemkab Yahukimo sehingga pelayanan dapat berjalan baik.

“2013 pekerjaan di bandara Nop Goliat dilakukan dinas PU. Sehingga dengan bandara ini diharapkan melakukan pelayanan dengan lancar untuk mendistribusikan penumpang dan barang di seluruh daerah kabupaten Yahukimo,” katanya.

Ia mengatakan, kementerian perhubungan mendukung pemkab Yahukimo sesuai dengan arahan presiden Jokowi bahwa Papua itu harus maju. Itu sebabnya perpanjangan bandara udara Nop Goliat Dekai  ini terus diperpanjang dengan harapan pesawat berbadan besar bisah masuk.

“Supaya Yahukimo menjadi pintu masuk dan keluar  di wilayah Pegunungan Tengah, Papua,” katanya.

Joko Haryani, Kepala Bandar udara Nop Goliat, Dekai mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kunjungan kerja yang dilakukan anggota komisi V DPR RI di Yahukimo.

“Kami di perhubungan udara sendiri melakukan banyak program. Pada tahun ini kami tambah panjang bandara menjadi 1.250 meter dan itu pesawat berbadan besar sudah bisa mendarat,” katanya.

Jika sudah selesai, kata dia, fokus selanjutnya adalah membangun fasilitas seperti gedung, tempat parkir pesawat berbadan besar dan juga membangun lapangan perintis tipe A.

“Itu semua sudah tercover dalam buku dan pada kesempatan ini kami serahkan kepada ketua komisi dan ibu Ditjen bandar udara kementerian perhubungan agar program 2019 diakomodir,” jelas Joko.

Bupati Yahukimo, Abock Busup,menjelaskan, daerah Yahukimo memiliki beberapa jalur transportasi yakni jalur udara, darat dan laut atau sungai. Itu semua membutuhkan proses dan bantuan dari pemerintah pusat untuk membangun infastrukturnya karena daerah Yahukimo  99% masyarakatnya ada di balik gunung di dataran sungai hanya ada 1%.

“Dengan demikian Pemda selalu alokasikan dana melalui sidang DPR Daerah. Tahun ini kami sudah angarkan 10 Milyar untuk jalan dari Dekai Kimyal-wamena Herawe, suru-suru ke silimo dan ke Kenyem Nduga. Proses itu tidak bisa dari dana yang di daerah saja, sehingga kami berharap untuk pusat bisa memperhatikan di tahun 2019 nanti,” harap bupati.

Menanggapi itu, ketua komisi V DPR-RI menyatakan, ada beberapa hal yang akan didorong. Namun, untuk pertama pihaknya mengapresiasi pemerintah daerah yang terus mendorong agar pembangunan yang berkaitan dengan akses jalan dan bandara menjadi perhatian dan dukungan.

“Ada tigah hal yang perlu kita lanjuti bersama-sama. Dimana jalan nasional yang sudah dibangun ini bisa dihubungkan sehingga aksesnya bisa jalan dan dimanfaatkan. Dan jembatan yang belum dikerjakan, kita akan mendorong supaya itu bias dikerjakan. Terakhir, pengembangan bandara juga akan kami dorong. Intinya bahasan hal mendasar yang di sampaikan dapat diterima dan akan dibicarakan di sidang kedepan,” katanya.

Pewarta: Ardi Bayage

Editor   : Arnold Belau