Diberitakan Dua Anggota TNI Tewas di Paniai, Kadepa: Tidak Ada Anggota TNI yang Tewas

0
1581

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Laurenzus Kadepa membantah adanya informasi yang  beredar di dunia maya bahwa ada dua anggota TNI yang tewas di Paniai.

“Peristiwa memang benar. Tapi tidak ada korban jiwa di pihak TNI. Yang benar adalah luka-luka saja. Saya sudah tanya Pangdam XVII Cenderawasih soal anggotanya tewas. Kata beliau tidak benar,” ungkapnya kepada suarapapua.com di Jayapura, Rabu (7/8/2018).

Laurenz juga  mengatakan, ia sudah menerima informasi dari pihak TPN OPM di Paniai.

“Saya sudah kontak juga pimpinan dari TPN OPM Paniai. Memang di pihak TNI kena peluru tapi hanya luka-luka,” terangnya.

Untuk itu, kata Kadepa, ia meminta kepada masyarakat agar tetap tenang. Kata dia, yang jelas persitiwa seperti ini bukan baru.

“Dan saya minta kedua bela pihak TNI dan TPN Agar menahan diri. Supaya rakyat sipil tidak menjadi korban. Dan jika ada senjata milik TNI yang dirampas pihak TPN OPM saya harap kepada pihak TNI kedepankan negosiasi secara damai..Jangan dengan operasi militer,” katanya.

Diktuip dari laman papuasatu.com, Kapolres Paniai AKBP Supriagung mempersiapkan somasi untuk beberapa media online nasional yang yang menurutnya melakukan kesalahan pemberitaan.

Menurut AKBP Supriyagung, beberapa media tersebut mempublikasikan berita tentang pernyataannya tentang adanya anggota TNI yang tewas di Paniai akibat kontak senjata dengan kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB).

Somasi yang akan dibawa ke dewan pers tersebut, sebagaimana disampaikan Kapolres Supriagung, Senin 06/08/2018, karena ia tidak merasa memberikan pernyataan sebagaimana yang dilansir media onlin dimaksud.

Adanya pemberitaan tentang pernyataannya yang tanpa konfirmasi dirinya, Kapolres merasakan sangat dirugikan, karena menurutnya hal itu merupakan pencemaran nama baiknya.

“Saya merasa dirugikan karena berita yang dikutip bukan pernyataan saya, apa yang ditulis oleh merdeka.com, dan okezone.com itu tidak benar,” ujar Kapolres Paniai dalam keterangan persnya di Jayapura.

Selain memberikan somasi, ia juga menegaskan agar media merdeka.com dan okezone.com untuk melakukan pembenahan kualitas SDM medianya, supaya ditingkatkan kualitasnya.

“Jadi memahami betul fungsi media itu dengan baik, konfirmasi terlebih dahulu sebelum menulis berita, jangan hanya mencari rating berita namun mengabaikan isi dari berita tersebut, jadikanlah media sebagai edukasi bagi masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi, saat dikonfirmasi satupapua.com, membantah adanya dua anggota TNI tewas diserangKKSB saat mengawal tim survei PLN di Kabupaten Paniai, Papua.

“Prajurit tersebut diklaim hanya luka-luka dan tiga pucuk senjata api dipegangnya dirampas pelaku,” demikian dikutip dari okezone.com.

“Tidak ada yang tewas dalam insiden penyerangan tersebut,” kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, sebagaiman dilansir okezone, Senin (6/8/2018).

Lebih lanjut Kapendam menceritakan peristiwanya kepada okezone, bahwa kejadian bermula saat sembilan prajurit TNI mengawal tim survei PLN untuk program Papua terang di Paniai yang menumpangi dua speedboat dan tiba-tiba diserang KKSB.

Karena kondisi di lokasi banyak masyarakat yang berusaha membantu TNI, maka personil TNI tidak berani mengeluarkan tembakan, karena sangat berbahaya, sehingga anggota hanya melakukan perlawanan.

Hingga berita ini disiarkan, suarapapua.com belum berhasil konfirmasi kepada masyarakat maupun pemuka agama di Paniai terkait kasus di atas. Redaksu Suara Papua mesih terus melakukan konfirmasi di Paniai.

Pewarta: Yance Agapa

Editor: Arnold Belau