Hari Ini FMPPF akan Aksi di Jayapura dan Manokwari Rayakan Hari Masyarakat Adat

0
1003

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Forum Masyarakat Papua Peduli Freeport (FMPPF) akan melakukan aksi dengan melibatkan berbagai elemen ke kantor DPR Papua dan Papua Barat untuk memperingati hari masyarakat adat yang diperingati secara global di seluruh dunia.

Yan Warinussy, koordinator aksi di Manokwari mengatakan, sesuai hasil koordinasi antara Forum Masyarakat Papua Peduli Freeport (FMPPF) dengan Pimpinan dan para anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Senin (6/8/2018) lalu di kantor MRP PB telah disepakati masyarakat sipil di Manokwari dan Provinsi Papua Barat akan mengadakan Aksi Damai memperingati Hari Pribumi Internasional pada pada hari ini yang akan dipusakan dipusatkan di kantor MRP PB.

“Teman besar yang diusung pada Aksi Damai yang rencana akan diikuti ribuan warga tersebut akan ditujukan untuk mempersoalkan hak Orang Asli Papua (OAP) dalam negosiasi dan pembagian (divestasi) saham PT.Freeport Indonesia Company (FIC). Seperti persoalan pembagian saham yang sudah dilakukan dengan penandatanganan naskah perjanjian awal dengan Pemerintah Indonesia tanpa melibatkan masyarakat asli Papua sebagai pemilik tanah adat di wilayah konsesi perusahaan tambang tersebut,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut 42 anggota MRP PB hadir mewakili kelompok kerja (poka) adat, agam dan perempuan serta wilayah adat masing-masing di Provinsi Papua Barat serta pimpinan MRP PB yaitu Ketua Maxi Ahoren serta wakil ketua Cyrlus Adopak dan Maclaurita Kawab.

“Surat Pemberitahuan kepada Kapolda Papua Barat sudah kami antar hari ini dan tembusan kepada pimpinan MRP PB dan DPR PB akan disampaikan paling lambat besok pagi (Selasa, 7/8)”, kata Yan Christian Warinussy sebagai Koordinator Lapangan (Koorlap) aksi damai di Manokwari.

Pertemuan ini dihadiri Ketua dan Penanggung Jawab Aksi Damai di Tanah Papua, Samuel Tabuni dan Elias Tabuni dari Jayapura yang masing-masing menjelaskan maksud dan tujuan dari rencana aksi tersebut. Dimana disebutkan bahwa pada prinsipnya masalah freeport sebagai “pintu masuk” penolakan terhadap berbagai bentuk kegiatan eksploitasi sumber daya alam di Tanah Papua tanpa menghormati dan tanpa melibatkan Orang Asli papua (OAP) sebagai tuan dan pemiliknya.

Untuk persiapan aksi, kata Warinussy, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan lembaga terkait seperti MRP Papua Barat dan Gubernur Papua Barat. MRP Papua Barat sangat memberikan dukungan untuk melakukan aksi besok (hari ini). DPR Papua Barat juga sudah disampaikan sejak awal Agustus 2018.

“Masyarakat melalui MRP PB dalam rapat bersama kami sangat mendukung. DPR Papua Barat sudah kami sampaikan surat pemberitahuan sejak rencana aksi awal 1 Agustus lalu. Gubernur PB selalu kami sampaikan by SMS tentang rencana aksi  kami. DPR PB sejauh ini sudah terima surat pertama dan mereka justru siap trima kami sejak tanggal 1 Agustus lalu,” jelasnya.

Kata Warinussy, dirinya sebagai Koordinator lapangan (Koorlap) di Manokwari menghimbau agar aksi ini dilaksanakan dengan tujuan fokus soal.PT.Freeport

Untuk aksi yang sama, akan digelar di Jayapura dengan melibatkan berbagai kalangan dan elemen Papua di tanah papua. Aksi akan dilakukan dengan kantor DPR Papua sebagai sasaran.

Samuel Tabuni, direktur Papua Language Institute (PLI) Papua dan penggerak FMPPF di Jayapura mengharapkan agar mendukung aksi ini dengan doa yang tulus.

“Saya tidak paksa untuk datang ambil bagian dalam aksi ini. Saya hanya meminta doa yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam seraya bertanya kepada Tuhan. Tuhan! Apa yang saya bisa kerjakan untuk mengubah nasib bangsa Papua? Tuhan kasi saya talenta khusus agar menjadi sumber berkat bagi sesama bangsa Papua dan sesama umat Manusia,” kata Samuel.

Ia menegaskan agar jangan bertanya apa yang Samuel dan kawan-kawan buat untuk suku dan bangsa Papua.

“Karena saya dan kawan-kawan hanya sedang memohon kepada pencipta manusia Papua, kenapa manusia Papua diciptakan di tanah yang penuh dengan susu dan madu. Lalu kenapa dia janjikan  orang yang bukan Papua untuk mengambil semua kekayaan dan memiskinkan kita?,” tegasnya.

Untuk melakukan aksi ini, masa akan berkumpul dari berbagai titik kumpul ke kantor Majelis Rakyat Papua. Titik-titik kumpul untuk aksi ini adalah Lapangan They untuk wilayah Sentani, gapura uncen Lama dan Gapura Expo untuk wilayah Waena dan untuk wilayah Jayapura titik kumpul di Taman Imbi tujuan aksi di kantor DPR Papua.

Sedangkan untuk Manokwari titik kumpul di kantor MRP Papua Barat dengan tujuan aksi di kantor DPR Papua Barat.

Diharapkan agar peran aktif dan keterlibatan seluruh masyarakat dan rakyat Papua dalam aksi menuntut hak-hak orang asli papua di hari masyarakat adat tahun 2018.

Pewarta: Arnold Belau

print