Kapolres Merauke Bantah Polisi Tangkap 14 Aktivis GempaR di Merauke

0
958

JAYAPURA, SUARAPAPUA. com—  Kapolres Merauke, AKBP. Bahara Marpaung membantah adanya informasi penangkapan 14 aktivis GempaR di Merauke pada pagi tadi,  Kamis (9/8/2018) tadi.

“Saya sudah konfirmasi dengan Kabag Ops dan Kasat Intel bahwa informasi itu tidak benar pak,” jelas Kapolres kepada media ini saat dikonfirmasi suarapapua.com.

Ia menjelaskan,  yang benar adalah bahwa ada sekitar 9 orang masyarakat yang mengatas  namakan GempaR, (Gerakan Masyarakaat Pemuda dan Rakyat Papua), mereka melakukan Orasi.

“Mereka tidak ada ijin, karena giat mereka tidak ada ijin jadi mereka di bubarkan dan disuruh pulang ke rumah masing-masing, ” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa ada 4 orang yang diinterogasi di Polres terkait dengan giat mereka yang tidak ada ijin.

“Demikian pak. Terima kasih,” kata Kapolres.

Sebelumnya, Yason Ngelia Sekjen aktivis Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (GempaR) Papua melaporkan bahwa aparat kepolisian di Merauke telah menangkap 14 aktivis GempaR di Merauke.

Kata Yason,  negara masih represif, ketika. emperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia di 2018 negara masih represif menunjukkan sikap tidak demokratis .

Ia mengatakan, aktivis GempaR-Papua di Merauke yang ditangkap sebanyak 14 orang.

“Mereka ditangkap di dua tempat yang berbeda. Di Libra 4 orang dan di Mangga dua 10 orang. Mereka sudah dibawah ke kantor polisi,” ungkapnya kepada suarapapaua.com.

Ia membeberkan, pukul 9.17 WIT aktivis GempaR yang ditangkap di Libra adalah Andi Kahol (L), Beatus (L), Ruben (L), Ronelly (P). 10 orang lagi ditangkap di Mangga Dua Merauke.

Berita ini sekaligus konfirmasi berita penangkapan 14 aktivis GempaR di Merauke pada hari ini.

Pewarta: Arnold Belau

print