Pelajar Papua Minta Hentikan Diskriminasi

0
8488
Koran Nederlands dagblad 01-11-1968 (Dok Suara Papua)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Garis besar dari berita ini, pelajar Papua yang mengikuti konferensi di Cipayung, Jawa Barat meminta pemerintah untuk menghentikan persaingan tidak sehat antara sekolah negeri dan sekolah misi (sekolah yang di kelola oleh yayasan kristen dan katolik).

Selain itu mereka juga meminta untuk menghentikan diskriminasi di kalangan pegawai negeri. Para pelajar juga meminta pemerintah untuk menyediakan barang-barang kebutuhan rumah tangga (lebih jelas lihat dalam buku Acub Zainal, barang-barang kebutuhan rumah tangga dll, semuanya dikuras habis dan di bawa ke Jawa oleh aparat yang pulang bertugas di Papua).

Para pelajar meminta buku-buku pelajaran harus sesuai dengan konteks di Papua dan Indonesia harus mengirim para pelajar untuk sekolah ke luar negeri. Untuk meningkatkan ekonomi Irian Barat, para siswa mengusulkan untuk menghapus ketentuan-ketentuan yang membatasi Papua untuk bekerjasama dengan perusahaan asing, dan investasi modal dari luar negeri harus dipromosikan. Mereka menganggap penting untuk mempertahankan rupiah khusus untuk Irian Barat, yang bernilai sepuluh rupiah Indonesia.

Dalam hal transportasi, menurut para siswa, Papua sangat membutuhkan lebih banyak bandara di pedalaman dan lebih banyak pesawat. Selain perusahaan milik negara, perusahaan udara Indonesia dan asing lainnya juga harus memiliki kesempatan untuk mengembangkan transportasi domestik.

Sumber: Koran Nederlands dagblad 01-11-1968