Kadepa: Polda Papua Segera Tangkap Ungke

0
2487

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Pendulangan emas yang sedang dilakukan secara liar oleh beberapa pengusaha di sungai Deiram Korowai Batu, harus dihentikan. Polda Papua diminta segera tangkap Ungke, pengusaha emas yang hijrah dari Degeuwo, Kabupaten Paniai.

Laurenzus Kadepa, anggota Komisi  I DPRP Papua, mengatakan, pada tanggal 10 Agustus 2018 Forkopimda Papua telah melakukan kunjungan kerja ke Korowai lewat Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel dan secara resmi menutup aktivitas pendulangan emas di sana.

“Kami mendapat laporan bahwa di Danowage masih ada pengusaha emas ilegal yang melakukan penambangan yaitu Ungke. Polda harus tangkap dia,” ujar Kadepa kepada suarapapua.com, Kamis (30/8/2018).

Dikemukakan, Penjabat Gubernur Papua perintahkan semua aktivitas penambangan liar di Korowai dan Papua pada umumnya ditutup, termasuk layanan penerbangan dari Tanah Merah Boven Digoel dan dari wilayah lain ke tempat pendulangan liar di Korowai. Penjabat Gubernur bersama Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua juga memerintahkan pemerintah daerah dalam hal ini Forkopimda tingkat kabupaten agar menjalankan perintah ini.

“Ada pengusaha yang keras kepala demi emas seperti Ungke itu saya minta dengan tegas Polda Papua segera tangkap bersama kroninya dan pulangkan ke daerahnya,” ujar Kadepa.

Ia berharap, setelah kawasan pendulangan emas ditutup total, tugas pemimpin daerah di Tanah Papua untuk harus mampu berdayakan anak asli daerah agar menjadi tuan di negeri sendiri dalam segala aspek.

“Semua pemimpin dan intelektual di Papua sadar akan hal ini. Harus ada langkah penyelamatan manusia dan tanah dari kepunahan. Pemimpin daerah dan intelektual jangan menjadi agen yang merusak tanah dan manusia sendiri,” tuturnya.

Timeus Aruman, ketua Ikatan Suku Una, Kopkaka, Aruntap, Mamkot, dan Momuna (IS-UKAMM) mengatakan, meski pada beberapa waktu lalu Penjabat Gubernur, DPRP, Kapolda, telah menutup aktivitas ilegal yang dilakukan perusahaan di wilayah Korowai, oknum tertentu hingga kini masih bertahan melakukan pendulangan emas.

Aruman menduga perusahaan tersebut disokong pemerintah dan beberapa oknum anggota legislatif serta beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Yahukimo.

Trevor Christian Jhonson, penginjil di Korowai, membenarkan masih berlanjutnya penambangan liar di sungai Deiram, Danowage Korowai Batu. Kata dia, penambang liar yang tersembunyi itu masih melakukan aktivitas pendulangan emas.

“Saya baru menerima laporan bahwa masih ada satu orang bos penambang liar yang terus dulang emas di Danowage. Bos itu bernama Ungke yang dulu kerja di Nabire di tambang emas ilegal di sana. Dia urus heli datangkan 10 kali pada hari Selasa,” jelas Trevor kepada suarapapua.com, Rabu (29/8/2018).

Trevor menyatakan akan terus mendorong isu ini sampai semua tambang emas ilegal di daerah Korowai ditutup.

“Semua harus ditutup karena kami menjaga hak orang miskin di pedalaman Papua.”

Trevor berharap, pemerintah daerah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat supaya bisa melihat kelakuan para perampas hak milik orang lain.

“Sudah ada regulasi, kenapa ditoleransi terus dan kenapa tidak ditangkap? Saya harap kepada pemerintah bisa turun dan tangkap semua orang yang sedang mengambil emas milik orang Papua,” ujarnya dengan tegas.

Sebelumnya, masyarakat dari dua belas suku di kabupaten Yahukimo gelar aksi demo damai mendesak DPRD Yahukimo membentuk Pansus terkait aktivitas penambangan ilegal yang kian marak di daerah Korowai, Langda hingga Suntamon Yahukimo.

“Ini keprihatinan kami sebagai orang Yahukimo yang wilayahnya diobrak-abrik seperti ini dengan penambangan ilegal,” kata Panuel Maling, Korlap ketika dihubungi suarapapua.com, Selasa (21/8/2018).

Dikatakan, emas yang diambil adalah emas placer bukan emas Primer, sehingga 5-10 tahun kedepan emas di daerah dataran rendah ini akan habis. Maka diharapkan kepada dewan agar membentuk Pansus untuk hentikan semua aktivitas ilegal di Yahukimo.

Ia juga berharap melalui Pansus bisa menindak oknum-oknum yang berkepentingan di daerah pendulangan emas.

“Sejauh ini memang setelah gubernur berkunjung ke Korowai, banyak orang yang angkat kaki dari Korowai, tetapi banyak juga yang masih ada. Kami sendiri baru tangkap beberapa orang yang pulang lewat Dekai, dan sudah meminta semua keterangan,” ujar Panuel.

Pewarta: Ruland Kabak
Editor: Mary Monireng