Mahasiswa Paniai se-Indonesia Desak Dana Pendidikan

0
2902

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Perwakilan mahasiswa Paniai se-Indonesia dari berbagai kota studi gelar pertemuan bahas dana pendidikan pos pemondokan dan tugas akhir (TA), belum lama ini, di salah satu ruang kelas SMA YPPGI Wisselmeren, Enarotali, Paniai.

Data yang dihimpun media ini, mahasiswa yang hadir pada pertemuan itu berasal dari kota studi Malang, Semarang, Kendari, Manado, Jember, Makassar, Nabire dan Jayapura.

Menurut keterangan Jekson Degei, mahasiswa asal kota Malang yang juga ketua koordinator tim, pertemuan digelar dalam rangka mendesak pemerintah daerah setempat untuk segera menyalurkan dana pendidikan pemondokan dan TA.

Menurut Degei, dana tersebut harusnya sudah diterima pada bulan Juni-Juli lalu. “Tetapi hingga masuk bulan September ini belum juga disalurkan. Sehingga untuk mendesaknya, kami gelar pertemuan ini,” jelasnya kepada suarapapua.com usai pertemuan di Enarotali.

Baca Juga:  Proteksi OAP, FOPERA Desak KPU RI Menerbitkan PKPU Khusus Pelaksanaan Pemilu di Tanah Papua

Dari hasil hasil pertemuan itu, kata dia, disepakati untuk kumpulkan data asrama dan mahasiswa secara bersama, selanjutnya akan diserahkan ke instansi terkait.

ads

“Kalau data yang kami serahkan itu tidak digubris, langkah selanjutnya adalah gelar aksi demo damai. Itu langkah terakhir kami nanti. Sebab gara-gara belum dana itu disalurkan, pendidikan kami terganggu. Bingung, harus tinggal dimana karena masa kontrakan habis. Terus kami yang lagi susun skripsi terbengkalai dengan biaya,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap, data jika sudah diserahkan, Pemda harus merespon.

Dari data terkait kontrakan asrama, kata dia, kontrakan asrama Paniai di seluruh kota studi telah habis pada akhir Agustus lalu dan beberapa lainnya pada awal bulan September ini.

“Kita semua sama, kontrakan asrama habis akhir bulan Agustus dan awal September, bulan ini. Misalnya kami di Malang. Kami punya empat kontrakan, semua masa kontrakannya sudah habis. Yang terakhir itu kontrakan Yamewa habis tanggal 1 September kemarin,” jelas Degei.

Baca Juga:  Blok Wabu Diincar, Ini Pernyataan Kepala Daerah di Provinsi Papua Tengah

Ia akui hal sama dialami teman-teman di kota studi, lain kecuali di kota studi Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Menurut keterangan perwakilan mahasiswa dari Kendari tadi, kontrakan asrama mereka ada satu dan masa kontrakannya akan habis tanggal 16 September 2018 mendatang.”

“Sedangkan di Manado, Makassar, Semarang, Jember, Surabaya, Solo dan Nabire, sama seperti kami, masa kontrakannya sudah habis semua. Makanya, sekali lagi kami harap dana pemondokan dan TA itu segera disalurkan. Soalnya ini hal mendesak,” hara Degei.

Untuk kota Jayapura, kata dia, tidak ada masalah karena punya asrama milik Pemda setempat. “Tetapi tadi mereka bilang butuh satu kontrakan lagi untuk putri karena jumlahnya terlalu banyak,” imbuh Degei.

Baca Juga:  Kepala Dinas Pendidikan Dogiyai Tekankan Kerja Kolaborasi Demi Menyiapkan SDM Papua

Markus Gobai, alumni mahasiswa kota Jayapura, mengatakan, soal dana pendidikan untuk mahasiswa, Pemda Paniai harus salurkan entah dalam kondisi apapun.

“’Mahasiswa itu tulang punggung daerah dan bangsa, maka harus diperhatikan baik. Tidak boleh diabaikan. Pendidikan mereka bisa terganggu apalagi bagi mereka yang ekonomi keluarganya lemah. Saya harap kalau adik-adik ini sudah masukkan berkas data kontrakan asrama dan mahasiswa, Pemda harus saat itu juga salurkan dana,” tandasnya usai hadiri pertemuan itu.

Sudah beberapa kali suarapapua.com ke Kantor Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan di Madi, untuk mewawancarai pihak terkait, tetapi menurut staf, pimpinan dari kedua dinas ini masih di luar daerah.

Pewarta: Stevanus Yogi
Editor: Mary Monireng

Artikel sebelumnyaMemilih Papua sebagai Dapilnya, Begini Manuver Tommy Soeharto
Artikel berikutnyaKandaskan Sriwijaya FC, Persipura “Naik Kelas”