Onggur Weya: Saya Manfaatkan Dana Desa untuk Bangun Kampung

0
1267

KARUBAGA, SUARAPAPUA.com— Onggur Weya , Kepala desa Kagi mengungkapkan dirinya memanfaatkan dana desa untuk bangun  jalan sepanjang 2.550 meter, bangun rumah untuk warga dan upayakan listrik untuk masyarakat di desanya. Listrik sendiri akan ditarik dari distrik Kembu, Tolikara, Papua. 

Weya menjelaskan, ia manfaatkan dana desa tahun 2018 dengan usulkan program melalui Bamuskam untuk mengerjakan jalan dari distrik Kembu ke kampung Kagi, distrik Telenggeme dengan jarak 2.550 meter.

“Pengusulan program itu telah direspon baik oleh pendamping distrik dan BPMK Kabupaten sehingga dalam  tahun 2018 ini pengerjaan sudah  dikerjakan dengan alat berat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengerjakan beberapa jenis bangunan sejak dirinya menjadi kepala desa di kampung Kagi. Antara lain, membangun sejumlah rumah warga, memasang aliran listrik yang ditarik dari distrik Kembu dan volume dana sekitar 400 juta sehingga pihaknya merencanakan pembongkaran jalan raya.

“Dana desa 400 juta ini kami manfaatkan untuk beli solar dan tenaga kerja. Sebagian kami telah bayar sisa akan kami bayar dana tahap kedua. Untuk mengerjakan sisa jalan yang  belum dikerjakan, kami memohon bantuan kepada pemerintah untuk bantu kami buka akses jalan dari Telenggeme ke Kembu,” ungkap Weya.

Jalan yang sedang dibangun dari dana desa. (Nay Yigibalom – SP)

Ia membeberkan, membuka akses jalan sangat penting karena dibutuhkan masyarakat. Karena, jika jalan sudah terhubung, akses masyarakat bias lebih mudah, termasuk untuk pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami bangun dan utamakan akses jalan ini supaya pelayanan kepada masyarakat sangat mudah untuk pasaran hasil bumi mereka ke pasar,” tukasnya.

Selain itu, ia mengaku, program prioritas untuk membuka akses jalan adalah untuk memudahkan anak-anak untuk pergi sekolah di distrik Kembu.

“Kami mendorong supaya akses jalan yang diutamakan karena anak-anak kami dari desa Kagi pergi sekolah di Papua Harapan distrik Kembu biasanya habiskan waktu tiga jam dan selalu  kena embun dan hujan setiap pagi. Kami sayang anak-anak kami jadi kami utamakan jalan supaya anak-anak bisa pergi sekolah di jalan yang bagus dan bisa kurang dari tiga jam,” jelasnya.

Sementara itu,  Ronny Raweyai Weya, salah satu tokoh pemuda di Kagi memberikan apresiasi kepada kepala desa Kagi.

“Kami berikan apresiasi karena kepala desa membuat program untuk buka jalan ke distrik lain. Kepala desa tidak tunggu pemerintah kabupaten dan provinsi untuk bangun jalan. Kepala desa sudah programkan untuk bangun jalan dengan dana desa. Ini luar biasa,” ujarnya memberikan apresiasi kepada kepala desa.

Menurut dia, dana desa yang dikucurkan Presiden tidak sia-sia. Desa Kagi berhasil membangun dari Desa ke Kota dengan dana desa.

Pewarta          : Nay Yigibalom

Editor             : Arnold Belau