Tidak Terima dengan Proses Lelang, Puluhan Orang Datangi Kantor BWS Papua Barat

0
3212

MANOKWARI, SUARAPAPUA.com— Puluhan massa yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Pengusaha Asli Papua mendatangi kantor Balai Wilayah Sungai dan Sumber Daya Air Provinsi Papua Barat lantaran tidak terima dan kecewa atas proses lelang proyek. 

Aksi tersebut dilakukan pada Rabu (26/9/2018) lalu karena kecewa atas proses lelang proyek pekerjaan pengaman pantai di distrik Tanah Rubuh, kabupaten Manokwari, Papua Barat karena tidak mengakomodir PT. Mina Fajar Abadi dalam lelang proyek senilai 2 Milyar.

Massa yang melakukan aksi tersebut meminta Kepala Balai agar bertanggung Jawab dan menemui massa atas tuntutan mereka.

Baca Juga:  Siswa SMKN 1 Paniai Lulus Dengan Nilai Memuaskan, Kepsek: Kami Bangga

Aksi tersebut juga mendapat dukungan dari  Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB). Dukungan tersebut disampaikan juru bicara MRPB Levinus Wanggai.

Ketua GAPENSI Manokwari, Yakob Yenu mengatakan, PT. Mina fajar Abadi telah dikucilkan dalam proses pelelangan proyek pekerjaan pengaman pantai distrik Tanah Rubuh Senilai 2 Milyar yang dilakukan pada Jumat lalu.

ads

Pasalnya PT. Mina Fajar Abadi telah mengikuti proses pelelangan yang berjalan sesuai mekanisme, namun dalam proses lelang dirasa tidak berjalan sehat. Kata Yenu, karena diikuti PT. Mina Fajar Abadi sedangkan peserta lelang termasuk perusahaan pemenang tender tidak hadir dalam proses lelang tersebut.

Baca Juga:  ASN dan Honorer Setiap OPD di Paniai Dibekali Ilmu Protokoler dan Menulis

“Perusahaan yang menang tender adalah perusahaan yang tidak ikut dalam proses lelang. Sedangkan kami yang ikut tender kalah. Ini ada apa sebenarnya?” tegasnya mempertanyakan prosedur lelang.

Aksi tersebut tidak menemui jawaban yang pasti karena tidak ada pejabat tinggi di kantor tersebut yang keluar menemui massa.

“Kami akan datang lagi dengan jumlah masa yang lebih banyak karena hari ini aksi kami tidak diterima,” tegasnya.

Baca Juga:  TPNPB Mengaku Bertanggung Jawab Dalam Aksi Kontak Tembak di Paniai dan Yahukimo

Dari pantauan suarapapua.com, massa yang datang ke kantor tersebut membawa beberapa spanduk berisi tuntutan. Salah satunya adalah menuntut agar kepala balai segara diganti dari jabatannya karena tidak menjalankan proses lelang dengan benar sesuai aturan.

Pewarta : Martinus Mayor

Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaPenasehat Hukum: Kasus Frantinus Dipaksakan untuk Diproses di Pengadilan 
Artikel berikutnyaDistrik Walma, Kabupaten Yahukimo Darurat Bencana Banjir dan Longsor