Jokowi, Iriana, Mandacan dan Adolina Dijadikan Nama Anggrek dan Pinang

0
972
Penanaman pohon Pinang Jokowi di Manokwari. (Arnold Belau - SP)

MANOKWARI, SUARAPAPUA.com—- Nama presiden Indonesia, Joko Widodo, Ibu negara, Iriana Widodo, Mandacan, gubernur Papua Barat dan Adolina dijadikan nama tumbuhan spesies baru yang ditemuka di Papua dan Papua Barat, masing-masing tumbuhan jenis pinang dan anggrek.

Pinang Jokowi

Nama Jokowi diberikan pada tumbuhan pinang. Pinang Jokowi (Areca Jokowi) merupakan spesies baru yang namanya berasal dari akronim Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Spesies ini didedikasikan untuk Joko Widodo atas kepemimpinannya dan kesederhanaannya yang patut dicontoh dan yang terpenting adalah perhatian khususnya atas pembangunan Tanah Papua baik itu Provinsi Papua atau Papua Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari orang yang membawa bibit buah palem pinang ini, spesies tersebut tumbuh di hutan lembah dengan ketinggian 300 meter dengan tanah yang berasal dari batu pasir.

Pinang ini tumbuh lewat bibit yang dibawa dari hutan lembah di Kepala Air Kali Ima di Gunung Daweri, dekat Kampung Kewo di perbatasan Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.

Penyebarannya diketahui berdasarkan dua jenis pinang yang dibudidayakan di KampungGariau (Urubika), di pesisr Barat Daya di Yamor Lake, DIstrik Yamor, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Indonesia.

 Anggrek Iriana

Anggrek Iriana (Bulbophyllum irianae) merupakan spesies baru yang ditemukan di tanah Papua. Pemberian nama B. irianae kepada spesis ini sebagai penghormatan kepada Ibu Iriana Djoko Widodo, Ibu Negara Republik Indonesia, sebagai penghargaan terhadap upaya-upaya beliau dalam mendorong dan mendukun proses pembangunan di Papua dan papua Barat.

B. irianae merupakan spesies endemik dan hidup sebagai tumbuhan epifit yang hidup pada kanopi hutan primer setinggi 35- 40 dari atas tanah.

B.irianae ditemukan di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua pada ketinggian 300m dari permukaan laut. Anggrek tersebut ditemukan pada batang pohon yang tumbang di tepi jalan raya, yang memiliki bunga sepanjang lebih dari 8 cm.

Penemuan Anggrek ini berdasarkan Kegiatan penelitian anggrek dan pembangunan Kebun-Kebun Keanekaragaman Hayati Papua, di Kabupaten Keerom, Papua, tim peneliti dari Yayasan Pendidikan Alam Papua (Yadikap), Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Cenderawasih, Naturalis Biodiversity Center dan Hortus Botanicus, Leiden, Belanda Netherlands, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Keerom.

Pulau New Guinea (Papua dan PNG) memiliki keanekaragaman spesies anggrek yang sangat kaya di dunia setelah Pegunungan Andes di Amerika Selatan.

Jika Pegunungan Andes memiliki sekitar 7.000 spesies anggrek, Tanah Papua diperkirakanmemiliki sekitar 2000- 3000 spesies dari sekitar 30.000 spesies anggrek yang diketahui di dunia.

Selain memiliki jumlah spesies yang tinggi, New Guinea juga memiliki tingkat endemisitas anggrek yang sangat tinggi yaitu sekitar 95% (artinya hampir semua spesies anggrek yang ditemukan di New Guinea hanya terdapat di Pulau New Guinea.

Pinang Mandacan

Pinang Mandacan (Areca mandacan) merupakan spesies Pinang baru dari tanah Papua. Pinang ini diberikan nama berdasarkan nama putra suku Arfak Dominggus Mandacan, yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Bupati Manokwari. Atas perhatian khususnya untuk pengembangan aktivitas ilmiah di Vogelkop (Wilayah Gugusan Kepala Burung), termasuk penelitian botani dan dirinya juga merupakan orang yang mendukung segala bentuk ekspedisi terkait.

Berdasarkan penyebarannya, pinang ni merupakan endemik hutan Maampou, Sayal, DIstrik Sorong Selatan di Gugusan Kepala Burung Papua Barat. Pinang ini tumbuh pada transisi antara hutan rawa dan hutan hujan tropis dataran rendah di mana yanah yang menjadi tempatnya tumbuh selama beberap waktu dibanjiri air. 

Anggrek Adoline

Anggrek Adoline (Bulbophyllum adolinae) merupakan spesies anggrek yang baru ditemukan di tanah Papua. Spesis ini ditemukan pada Tahun 2014 oleh Tim peneliti dari Universitas Papua dan Kew Botanical Garden, UK, di Danau Anggi Gidi, Pegunungan Arfak, pada ketinggian 1990 m di atas permukaan laut.

Nama anggrek ini diberikan ke Ibu Yuliana Adolina Kiriweno (istri Gubernur Papua Barat) sebagai penghormatan kepada beliau yang juga pencinta aggrek. Spesis merupakan tumbuhan epifit (hidup menumpang pada tumbuhan lain), endemik Pegunungan Arfak (hanya terdapat di Pegunungan Arafk, Papua Barat) dan status terancaman (vulnarable) akibat perubahan habitat.

Para ahli memperkiraan ada Tanah Papua memilik sekitar 20.000-25.000 spesis tumbuhan berkayu. Jumlah spesies anggrek diperkirakan sekitar 2000-3000 spesies, dengan tingkat endemisitas mencapai 90%. Belum jelas jumlah pasti, karena kegiatan penelitian lapangan, terutama di Tanah Papua masih sangat terbatas.

Sistimatika: Kingdom : Plantae, Klass : Monocodia, Ordo : Asparagales, Famili : Orchidaceae, Genus : Bulbophyllum dan Spesis : Adoliane

Pewarta: Arnold Belau

print