KORK Minta Anjungan Waena Diaktifkan Kembali

0
5065

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua minta pemerintah daerah dan provinsi agar aktifkan kembali anjungan Ekxpo yang ada di Waena yang sudah berantakan dan tak terurus pemanfaatannya.

“Master Planenya kami sudah siapkan, tinggal bagamana pemerintah eksekusi melalui pendekatan persuasif kepada warga yang sekarang menghuni. Tujuan kami adalah agar teman-teman seniman di tanah Papua bisa berekspresi di sana,” pinta ketua KORK, Thedy Pekey, minggu (14/10/2018).

Dia jelaskan, tempat yang berdekatan dengan Kampus ISBI eskpo itu dulunya memang digunakan untuk seniman, tetapi sekarang ada warga dari beberapa kabupaten yang isi.  Sehingga membuat para seniman sekarang tidak ada tempat untuk berkarya, maka pemerintah dari Provinsi dan kabupaten Jayapura bisah memerintahkan agar penghuni itu bisa keluar.

“Kalo keinginan dan usulan kami ditanggapi serius, saya yakin teman-teman seniman secara leluasa mengeluarkan talenta mereka. Karena tempat yang kami gambar adalah ada gedung utama yang bisa menampung 5 ribu orang dan tempat penginapan bagi seniman yang datang menyanyi, bahkan beberapa tempat lainnya. Kami suda usul saran ini kepada pemerintah tinggal dieksekusi saja,” bebernya.

Selain anjungan dia tambahkan, Komunitas Rasta Kribo juga akan mengelar suatu kegiatan PRF ke 6 di lapangan Trikora itu mulai dari tanggal 19 hingga 20, kegiatan itu akan dihadiri oleh vorkopimda Provinsi Papua dan akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Provinsi

“Hasil koordinasi dengan gubernur beliau bersedia. Dan pastinya akan hadir dan buka kegiatan kami yang ke-6 nantinya. Disitu juga akan dikolaborasi dengan band yang lolos juara 1-4 dari Festival reggae,” bebernya.

Senada dengan itu, Markus Imbiri yang menjadi panitia di festival reggae menyampaikan dari 13 group yang terdaftar hanya 4 group yang akan dinyatakan lolos sebagai juara dari Dewan juri yang dipilih panitia.

“Seperti yang sudah dijelaskan oleh ketua KORK Papua ada 4 tim itu akan ikut berkompotensi. Untuk Festival sendiri yang juara I akan diberikan hadiah sebesar 15 juta dan seterusnya,” katanya.

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Arnold Belau