Gubernur Provinsi Papua dan Madang Pertegas Kerjasama ekonomi

0
4140

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com—  Gubernur provinsi Papua, Lukas Enembe dan Gubernur provonsi Madang, Peter Yama, mempertegas kerjasama antar kedua provinsi di bidang ekonomi dan lainnya pada Minggu (21/10/2018) di Gedung Negara, Kota Jayapura, Papua.

Kerjasama tersebut dipertegas lewat kunjungan kerja Gubernur Madang, Papua Nugini ke Provinsi Papua dan akan berlansung pada hari ini hingga beberapa hari kedepan.

“Papua dan Papua Nugini bertetangga sangat dekat. Jadi penting untuk ada hubungan kerjasama. Tidak boleh ada sekat,” kata Enembe dihadapan Gubernur Peter Yama dan delegasi.

Dengan adanya kerjasama itu, kata Enembe, secara otomatis Pengusaha Papua dan PNG akan kerjasama sehingga produk-produk Asia hanya akan masuk lewat pintu Papua, tidak ada yang lain.

“Barang Asia lebih cepat masuk jika lewat Papua, jika lewat jalur lain tentu akan memakan waktu lama. Untuk itu, kedepan semua barang yang masuk harus dari Papua,” jelasnya.

Terkait jalur penerbangan, Enembe mengatakan, dirinya sudah bertemu langsung dengan pimpinan Lion Air. Pada intinya mereka (Lion Air)setuju, namun masih melakukan penjajakan guna melihat keuntungan jika membuka rute penerbangan dari Papua ke Papua Nugini dan negara Pasifik lainnya.

“Kalau memungkinkan, jalur penerbangan ke Pasifik lewat Merauke. Disamping itu, pemerintah provinsi Papua juga berkeinginan menjadi peserta saham Lion, namun hal itu akan terwujud pada 2020,” ungkap Enembe.

Sementara itu, Peter Yama, gubernur Madang mengatakan pihaknya memandang Papua sebagai satu kesatuan dengan Papua Nugini dan Madang. Untuk itu, ketika berkunjung ke Bumi Cenderawasih dirinya memgaku merasa berada di rumah sendiri.

“Ketika melihat langsung Papua, saya bingung kenapa dari dulu tidak ada politisi atau pemimpin PNG yang mau membuka kerjasama atau melakukan kunjungan kerja di Papua. Untuk itu, saya akan buka kerjasama dan akan terus menerus megunjungi Papua,” ungkap Peter.

Peter menekankan, perkembangan ekonomi tidak akan berjalan apabila tidak ada kepercayaan. Maka dengan adanya kunjungan Gubernur Papua ke PNG dan Madang akan menjadi landasan terbaik kerjasama selanjutnya.

“Saya percaya Lukas Enembe bukan orang yang salah, karena Tuhan sudah meletakan bapa sebagai pemimpin  Papua. Saya harap hubungan yang baik ini bisa menjadi landasan kerjasama sektor bisnis di bidang apapun,” katanya.

Menurut Peter, di Papua Nugini ada tiga provinsi yang telah diberikan kewenangan luas oleh pemerintah Indonesia di bidang ekonomi, dan Madang termasuk.

“Untuk itu, saya akan membina hubungan yang baik ini dengan terus berdiskusi dan membangun Papua dengan damai dan saya tidak akan meninggalkan bapak gubernur,” katanya.

Ia menambahkan, Madang merupakan pusat kebudayaan di PNG, bahkan memiliki 148 bahasa.

“Kami bersyukur Gubernur Papua sudah mentapkan kerjasama dengan Provinsi Madang. Kami siap melakukan MoU dengan Papua dan mendukung 100 persen,” pungkasnya.

Pewarta: Arnold Belau