Pemkab Yahukimo Lunasi Uang Tanah Bandara Dekai

0
2496

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Pemerintah Daerah Kabupaten Yahukimo telah melaksanakan pembayaran sekaligus penyerahan uang hak ulayat tanah tempat Bandara Nop Goliath, Dekai. Pembayaran tersebut dilaksanakan pada hari Selasa (23/10/2018). Penyerahan dilakukan oleh bupati Abock Busup, disaksikan oleh Sekda, Ketua DPRD, Kapolres, Kepala Kejaksaan Wamena, Kepala BPN, Kadis Perhubungan, Ketua PGGJ, dan para tamu dan undangan.

Sebelum pembayaran dilakukan, Bupati Yahukimo menyampaikan kepada masyarakat bahwa proses penyelesaian pembayaran sudah pernah dilakukan dan bertahap. Tahap pertama dilakukan semenjak mantan bupati Ones Pahabol dengan nilai 3 miliar, tahap kedua 150 juta, dan tahap ketiga sekarang dengan jumlah 1,2 miliar rupiah.

“Setelah penyelesaian pembayaran, selanjutnya akan dilanjutkan dengan pengurusan sertifikat. Sebab, sertifikat adalah ranwey untuk  pembangunan bandara Dekai kedepan agar tidak ada yang menghambat pembangunan bandara,” katanya.

Menurut Abock, dari sebelumnya belum ada pendekatan, tawar menawar dan persekutuan dengan pihak hak ulayat terkait dengan pembayaran tanah bandara. Pemda Yahukimo baru mulai lakukan semua itu agar menjadi dokumen resmi pemerintah kabupaten Yahukimo sehingga, pemerintahan yang baru tidak perlu mengurusnya lagi.

“Dari awal berapa kali berapa itu tidak ada, sehingga kami datangkan kejaksaan, pertanahan, Kapolres, Ketua DPRD  untuk menyaksikan  sekaligus mengurus dokumen resmi sehingga pembangunan bandara bisa dijalankan kembali,” kata Abock.

Lanjut Abock, peresmian Bandara Dekai ditargetkan bulan Desember 2018 dan akan diresmikan oleh presiden Joko Widodo sekaligus peresmian jembatan Holthekamp di Jayapura. Menurut Bupati Abock, ini surprise buat masyarakat Yahukimo pada khususnya dan pegunungan tengah pada umumnya karena Bandara Nop Goliath akan menjadi jalur trasportasi udara bagi kabupaten-kabupaten yang ada di pegunungan tengah.

Kepala Suku Momuna, Yahuli Keikera mengatakan, pemayaran hak ulayat yang dilakukan oleh pemda Yahukimo sudah diterima oleh suku Eraingka dengan jumlah 2,5 miliar. Ia menjelaskan sebelumnya yang pernah menerima uang santunan atas tanah adalah bukan pemilik resmi hak ulayat atas tanah itu, namun menurutnya, diterima oleh sekelompok  orang dari suku lain atas nama mereka.

“Itu semenjak pemerintahan pak mantan bupati Ones Pahabol sering ditipu. Namun  setelah pemerintahan bapak Abock, dan setelah saya jadi kepala suku saya bentuk tim lalu saya kumpulkan yang berhak untuk menerima lalu sekarang saya bawa dan yang berhak menerima sudah diterima,” kata Keikera.

Yahuli berharap, suku Eraingka sudah  menerimah uang hak ulayat dan kedepan tidak ada lagi masalah berhubungan dengan bandara sehingga selesai sesuai target yang ditentukan.

Sementara itu  Kepala Bandara Nop Goliath Dekai, Joko Haryani, mengatakan, terkait dengan perpanjangan landasan lapangan, target dari presiden dua tahun harus selesai sehingga bandara mempunyai panjang 2.500 meter dengan lebar 45 meter. Joko menjelaskan, pekerjaan harusnya selesai 60 persen namun ada proses pemalangan terkait dengan kejelasan lahan sehingga tertunda.

“Sesuai dengan laporan dari Jakarta bahwa, bulan desember preside ada kunjungan kerja ke Papua dalam rangka peresmian jembatan Holtekhamp. Dan Mentri Perhubungan yang siap untuk resmikan Bandar Udara Korowai batu, penyelesaian pengembangan Bandar Udara Nop goliath Dekai di bulan Desember. Jadi kami sudah siap apabila akhir tahun presiden akan hadir kembali ke Yahukimo,” jelas Joko.

Menurutnya, setelah penyelesaian perpanjangan landasan sepanjang 2500 meter dan lebar 45 meter pesawat yang bisa beroperasi di bandara udara ini bisa untuk pesawat sekelas Wings 737-S900 seperti Lion Air, Batik Air, Garuda Indonesia 737-800NJ. Dan selanjutnya, Joko menjelaskan, dia akan melihat sejauh mana peningkatan penumpang dan barang ke Bandara Dekai karena bandara ini akan menjadi pintu gerbang masuknya barang-barang yang ke pegunungan tengah Papua juga.

Joko berharap supaya warga masyarakat Yahukimo mendukung setiap program  pengembangan bandara karena kedepanya akan adakan pengembangan gedung terminal dan areal parkir pesawat.

Pewarta: Ruland Kabak
Editor: Bastian Tebai

print