Pengelolaan Wisata Cartenz Belum Jadi Prioritas Pemerintah Provinsi Papua

0
7560

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Pengelolaan potensi pariwisata Cartens belum menjadi prioritas utama Dinas Pariwisata Provinsi Papua karena sedang fokus untuk kegiatan lain, terutama untuk PON XX yang akan diselenggarakan di Tanah Papua.

Hal ini disampaikan kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua, Yoseph Matutina kepada suarapapua.com saat dikonfirmasi terkait pengelolaan pariwisata Cartenz pada 15 Oktober lalu di Jayapura, Papua.

Matutina menjelaskan, untuk pengelolaan Cartenz sendiri saat Dinas Pariwisata dipimpin Wim Rumbino pernah dicoba untuk diseriusi. Namun dalam pelaksanaannya terjadi pelanggaran hukum oleh pelaksananya, sehingga kegiatan yang diprogramkan macet dan tidak jalan.

“Di bawah kepemimpinan bapak Pagawak juga pengelolaan pariwisata Cartenz tidak menjadi prioritas karena keterbatasan anggaran. Begitu pun di bawah kepemimpinan saya karena keterbatasan dana,” ungkap Matutina.

Dikatakan, Cartenz tidak menjadi prioritas utama pemerintah, selain karena keterbatasan anggaran, dinas yang sedang ia pimpin fokus untuk PON XX.

“Kami lebih fokus dengan kegiatan-kegiatan lain. Terutama kegiatan yang terkait dengan penyelenggaraan PON XX,” ungkapnya lagi.

Saat ditanya tentang siapa yang paling bertanggungjawab untuk pengelolaan wisata Cartenz, Matutina mengatakan, seharusnya untuk pengelolaan Cartenz menjadi tanggungjawab kabupaten di mana sebagai pintu masuk ke Cartenz.

“Selama ini pendakian Cartenz, turis mereka langsung bisa lewat Timika atau kabupaten Puncak Papua. Jadi, seharusnya menjadi tanggungjawab kabupaten yang menjadi pintu masuk,” jelasnya.

Matutina juga mengaku tidak banyak mengetahui tentang Cartenz karena tidak ada koordinasi.

“Kami di dinas pariwisata provinsi Papua tidak banyak tahu tentang Cartenz karena tidak ada koordinasi. Dan juga lokus dari Cartenz ada pada kabupaten Puncak,” ungkapnya.

Sehari sebelumnya, pada 14 Oktober 2018 suarapapua.com melakukan konfirmasi kepada balai taman nasional Lorentz. Namun upaya konfirmasi terkait penanganan dan upaya yang dilakukan balai taman nasional tidak mendapat penjelasan karena beberapa pertanyaan yang dikirim suarapapua.com kepada Anis Acha Sokoy sebagai kepala balai TN Lorentz tidak dijawab meski ia telah membaca pertanyaan-pertanyaan yang dikirim lewat WhatsApp.

Sementara itu, Maximus Tipagau, pengelola wisata Cartenz kepada suarapapua.com mengatakan, harusnya ada regulasi khusus yang menjamin kelestarian Cartenz. Tetapi karena tidak ada UU dan aturan baik dari kabupaten, provinsi maupun pusat, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Cartenz merupakan daerah minat khusus karena masuk dalam seven sumit yang harus dilindungi, namun tidak ada regulasi yang mengatur tentang Cartenz.

Cartenz termasuk di dalam wilayah konservasi, wilayah taman nasional Lorentz dan tempat wisata besar, tetapi pemerintah daerah tidak siap untuk menghadapi persoalan.

“Peraturan pemerintah dari kementerian pariwisata ada, tetapi pihak kementerian tidak bisa ke Cartenz dan itu hanya peraturan di Cartenz. Sedangkan balai taman nasional Lorentz pun tidak pernah melakukan langkah-langkah kongkrit untuk melestarikan dan melindungi Cartenz,” katanya.

Pewarta: Arnold Belau