Temu BEM Soroti Isu Politik dan HAM di Papua

0
6673

JAYAPURA, JUBI/SUARAPAPUA.com — Momentum Temu BEM se-Tanah Papua yang diselenggarakan lebih dari 12 Universitas Papua dan Papua Barat di Auditorium UNIPA Manokwari mulai 23 hingga 28 Oktober 2018, menyoroti sejumlah topik.

Hal itu akan dipaparkan dalam sejumlah seminar dengan berbagai tema mulai isu Pembangunan, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Politik, Budaya dan Pelanggaran HAM di Papua.

Laurenzus Kadepa, Anggota DPR Papua yang membidangi Politik, Hukum, HAM, Pemerintahan, Pertahanan dan Hubungan Luar Negeri rencananya menjadi salah satu pemateri yang akan berbicara soal pandangan legislator terhadap konflik di Tanah Papua.

Atas berbagai sumbangsihnya, Kadepa mendapatkan penghargaan “DPR Pro Rakyat” oleh mahasiswa se-Tanah Papua. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara temu BEM ke-2 yang tengah berlangsung.

“Terima kasih kepada panitia pelaksana, BEM Universitas Negeri Papua (UNIPA) selaku tuan rumah. dan kepada seluruh perwakilan BEM dari setiap Perguruan Tinggi Negeri Swasta se-Tanah Papua (Provinsi Papua dan Papua Barat),” katanya.

Presiden Mahasiswa (PRESMA) Universitas Papua (UNIPA) Pilatus Lagowan mengatakan , kegiatan temu BEM se-Tanah Papua akan menghadirkan narasumber dari tiga kompenen besar yaitu Eksekutif, Legislatif, dan Swasta. Ini dilakukan agar semua aspirasi yang akan disampaikan saat kegiatan ilmiah berlangsung bisa menjadi rekomendasi bagi Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat.

“Seperti halnya dari DPRP Laurenzus Kadepa dalam penyampaian materi ia mengupas dengan tupoksi kerjanya seperti masalah HAM di Tanah Papua, Otsus yang gagal membangun Papua baik di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastuktur,” kata Lagowan.

Dalam kesempatan ini, 12 Universitas yang tergabung dalam BEM memilih tiga sosok yang dianggap memiliki jiwa merakyat. Tiga sosok yang dipilih dalam Temu BEM ke-2 se-Tanah Papua dan Papua Barat tersebut adalah Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, mantan Komisioner Komnas HAM atau aktivis kemanusiaan, Natalius Pigai dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Laurenzus Kadepa.

Sumber: Jubi