Hutan di Muting Digusur, Elyas: Kenapa PT ACP Tak Bayar Kayu Kami

0
14058

JAYAPURA, METROMERAUKE/SUARAPAPUA.com— Ribuan hektar lahan milik masyarakat di Distrik Muting, telah digusur untuk investasi perkebunan kelapa sawit. Akibatnya, banyak habitat di dalam hutan seperti rusa, babi, kanguru dan lain-lain pindah ke tempat lain.

Elyas Mahuze, salah seorang pemilik ulayat saat dialog bersama anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman L Hamzah Senin (22/10) mengungkapkan, hutan dan kayu di dalam dibabat habis oleh alat berat. Namun sayangnya, kayu-kayu dibiarkan begitu saja oleh perusahaan hingga membusuk.

Baca Juga:  PTFI Berbagi Praktik Baik Upaya Menjaga Keanekaragaman Hayati

“Kalau tebang kayu kami, harusnya perusahaan membayar. Ini tidak dilakukan sama sekali. Ya, kalau tak bayar, sebaiknya pohon maupun hutan tak dibabat hanya untuk kepentingan investasi kelapa sawit,” pintanya.

Dia juga mengungkapkan, karyawan OAP yang bekerja di lapangan, selalu diintervensi para asisten perusahaan. Sehingga tidak tenang dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:  Aksi Penghijauan di Grasberg Dalam Rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024

“Kami juga ditindak dan dipaksa kalau bekerja tak sampai target yang ditentukan. Ingat bahwa ini tenaga manusia yang bekerja, bukan robot,” ujarnya.

ads

Humas PT ACP, Eddy Mulya Setiadi menjelaskan, perusahaan tidak membeli kayu. Jadi, kalau masyarakat ingin mengambil dan menjual keluar, silahkan saja.

“Saya harus meluruskan agar semua karyawan yang bekerja di sini mengetahui pasti bahwa kehadiran perusahaan tak mengurus tentang penjualan kayu,” katanya.

Baca Juga:  Gerakan “All Eyes on Papua” Mendukung Perjuangan Melawan Ekosida

Sumber: Metro Merauke

Artikel sebelumnyaSeorang Wanita Diperkosa 13 Pria di Wogekel
Artikel berikutnyaPenjabat Bupati Deiyai Berkomitmen Berantas Miras