FKUB Paniai Dukung Langkah Polres Melarang Berjudi

0
688

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Paniai mendukung penuh upaya pelarangan perjudian yang disampaikan pihak kepolisian Paniai. 

“Saya selaku ketua forum umat Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghuchu di Paniai sangat mendukung kebijakan bapak Kapolres Paniai yang melarang melakukan aktivitas perjudian itu,” kata pendeta Hans Tebai kepada suarapapua.com di Enarotali, Senin (6/11/2018).

Menurutnya, larangan tersebut merupakan bentuk mewartakan kebenaran kepada umat agar umat terhindar dari berbagai hal perjudian.

Baca juga: Bandar Judi Keroyok Seorang Pemuda Paniai Hingga Kritis

“Larangan itu misi mulia. Misinya Tuhan seperti yang diajarkan semua agama, sehingga sebagai bentuk dukungan dari kami, saya mewakili menandatanganinya,” tuturnya.

Untuk itu, ia berharap kepada berbagai elemen masyarakat di Paniai untuk turut mendukung kesuksesan himbauan ini. Karena himbauan ini berefek baik bagi masyarakat untuk tidak terlibat dalam perjudian.

Masyarakat yang sudah tidak bekerja bisa kembali bekerja tanpa sibuk berjudi yang berakibat buruk. Terutama soal KDRT yang masif di daerah ini. Ini langkah baik untuk mengurangi soal-soal sosial yang ada.

Ia juga mengatakan, jika kedapatan melanggar himbauan ini, pihak kepolisian silakan memproses hukum sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.

“Karena saya ikuti yang jalankan judi juga ada dari oknum aparat polisi. Mereka ini harus ditegur, bila perlu diproses hukum. Ini supaya Judi dan Miras benar-benar hilang dari Paniai,” tegas dia.

Baca juga: Masyarakat Respon Baik Pelarangan Perjudian di Paniai

Senada disampaikan pendeta Gerald Gobai, bahwa pihaknya mendukung kebijakan tersebut.

“Karena saya lihat sejak himbauan itu keluar, situasi Paniai langsung berubah. Seperti daerah Paniai ini keluar dari ikatan kegelapan. Tenang, teduh, aman dan tentram,” kata Gobai.

Pendeta Gobai juga meminta kepada Kapolres Paniai agar menindak tegas setiap oknum yang kedapatan melanggar hukum.

Pewarta: Stevanus Yogi

Editor: Elisa Sekenyap

print