Dinsos Yahukimo Latih Warga Disabilitas dan Berikan Mesin Jahit

0
1916

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Dinas Sosial Kabupaten Yahukimo menggelar pelatihan menjahit bagi satu kelompok penyandang disabilitas, Jumat (9/11/2018) di Dekai.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Jakonia Bahabol mengatakan, kegiatan pelatihan menjahit yang diikuti oleh tujuh peserta, bagian dari bentuk kepedulian terhadap kaum disabilitas (keterbatasan fisik), dapat mengembangkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk memanfaatkan waktu yang ada dengan sangat baik, kami fasilitasi saudara-saudari kita yang keterbatasan fisik itu supaya bisa kerja sesuai kemampuan. Kami berikan pelatihan agar mereka bisa hidup mandiri, bisa menghasilkan uang dengan cara menjahit dan waktu mereka tidak terbuang begitu saja,” tuturnya.

Pelatihan menjahit, kata dia, diadakan dua kali dengan tujuan masyarakat yang keterbatasan fisik boleh hidup mandiri dari hasil usaha mereka dengan menjahit dan tidak hidup tergantung pada orang lain.

Dalam rangka itu, pihaknya datangkan tujuh buah mesin jahit lengkap dengan dynamo untuk dipakai peserta pelatihan.

“Mesin jahit ini bantuan dari bidang rehabilitasi sosial untuk para peserta yang mengikuti kegiatan menjahit. Mereka boleh bawah pulang supaya digunakan dalam keperluan sehari-hari dan juga menghidupi keluarganya,” jelas Bahabol.

Ia menambahkan, bantuan mesin jahit yang diberikan itu tidak untuk umum. Namun, khusus bagi penyandang disabilitas. “Dengan ini mereka bisa beraktivitas dan melayani masyarakat umum,” kata Bahabol.

Senada disampaikan Eresa Iksomon, kepala seksi Penyandang Disabilitas. Menurutnya, model mesin jahit yang diberikan itu tergolong baru dan khusus bagi orang cacat.

“Mesin jahit ini keluaran baru, lengkap dengan dynamo, jadi enak dan gampang digunakan. Tinggal duduk dan mainkan,” jelasnya saat ditanya suarapapua.com.

Ia juga mengapresiasi bupati Yahukimo yang merespon baik program pelatihan bagi masyarakat cacat dua kali dalam bulan yang sama, namun tahun yang berbeda.

Pewarta: Ruland Kabak
Editor: Mary Monireng

print