Buka Warnet Bermodal Niat, Tiap Hari Ramai Dikunjungi Warga

0
10246

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Warung internet dengan nama Home Net yang terletak di Jalan Merdeka Nabire, tiap hari tak pernah sepi dari pengunjung. Selain tempatnya strategis, layanan yang diberikan tidak mengecewakan, baik kecepatan akses maupun keramahan karyawan.

Christoforus Zonggonau, pemilik Home Net di Nabire, mengatakan, pertama kali usaha warung internet (warnet) tersebut dibuka tidak dengan modal besar.

“Hanya modal niat. Kebetulan waktu kuliah saya mendapat pengetahuan tentang internet, maka setelah pulang dari Yogyakarta, saya coba buka warnet di Nabire,” ceritanya saat diwawancarai suarapapua.com, Kamis (8/11/2018).

Dengan dua faktor pendukung utama: niat dan pengetahuan, pria suku Moni ini berusaha keras untuk mewujudkan impiannya.

“Ya, saya punya inisiatif yang kuat, sehingga berusaha membuka warnet ini.”

Bagi Christoforus, menggapai impian memang butuh komitmen dan keras kerja. Karena itu, ia mengajak orang asli Papua (OAP) terutama generasi muda untuk mau mencoba memanfaatkan peluang usaha yang ada.

“Kita juga bisa kalau berusaha dengan sungguh-sungguh, tidak mudah patah semangat, karena pasti saja ada kendala dan tantangan. Kita harus coba, jangan kalah bersaing dengan orang non Papua, apalagi hanya menjadi penonton setia di negeri kita sendiri,” tuturnya.

Christoforus Zonggonau, pengelola HomeNet Nabire. (Yance Agapa – SP)

Meskipun usaha yang sedang digeluti baru seumur jagung, ia berkomitmen untuk tidak cepat menyerah. Katakan suatu saat ada kendala terhadap jaringan, setidaknya diupayakan solusinya.

Christoforus Zonggonau yang telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA) Yogyakarta ini membuka warnet tidak hanya sekadar mencari keuntungan semata. “Saya ikut membantu masyarakat,” ucapnya.

Daniel Gobay, salah seorang pengunjung Home Net Nabire, mengatakan, sebagai sesama anak negeri, sangat bangga dengan usaha warnet yang dibuka Christoforus Zonggonau.

“Di Nabire memang ada banyak warnet, tetapi ini warnet pertama milik anak asli Papua.”

Lanjut Daniel, “Setiap hari saya datang online di sini karena warnet ini satu-satunya milik putra daerah di Nabire dan tiap hari selalu dipadati banyak pengunjung.”

Daniel juga mengaku nyaman rasanya jika berselancar dari Home Net. Apalagi, kata dia, tarifnya lumayan murah dan satu lagi, pengunjung disuguhi kopi dan aneka minuman ringan.

Christoforus menambahkan, tingkat kepuasan atas layanan dari Home Net terpulang kepada para pengunjung.

Hanya, ia mau berpesan kepada anak muda Papua, “Setelah sudah selesaikan perkuliahan dan pulang ke daerah, kalau bisa skill yang dimiliki itu coba dikembangkan. Memang semua butuh biaya, tetapi itu jangan dipikirkan dulu. Kita harus coba dan coba. Harus ada niat dan semangat untuk berusaha. Terus, hal berikut, jangan takut gagal. Jangan juga malu dan minder.”

Pewarta: Yance Agapa
Editor: Mary Monireng