Hanya Dua Putri Papua Perkuat Timnas Galanita

0
10245

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Petinggi PSSI bersama jajaran pelatih sepertinya sudah tidak suka para pemain Papua berbaju tim nasional (Timnas) untuk tampil bersama pemain lain di ajang internasional. Timnas Piala AFF 2018 sama sekali tanpa pemain asal Papua. Di Timnas sepakbola wanita (Galanita) hanya ada dua putri Papua.

Kenyataan tersebut sontak mengundang suara sinis dari berbagai pihak yang menuding tidak fair dalam proses rekrut pemain Timnas Indonesia.

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua bahkan tidak menampik fakta mengecewakan ini. Seperti diungkapkan Rocky Bebena, wakil ketua Asprov PSSI Papua, seharusnya tidak hanya dua skrikandi Papua saja yang dipanggil bergabung dengan pemain asal daerah lain.

Rocky akui banyaknya pemain Galanita Papua yang bisa dipanggil memperkuat Timnas. Harapan itu sirna, karena kini hanya dua pemain saja, yaitu kiper Norffince Boma dan striker Yudith Herlina Sada.

Baca Juga:  Hajar Semen Padang 3-0, PSBS Biak Kunci Juara Liga 2

“Mereka dua bersama tim sudah ke Palestina untuk bermain di babak kualifikasi Olimpiade 2018 mulai tanggal 8 sampai 13 November 2018,” jelasnya.

ads

Berkekuatan 20 orang dibawah asuhan pelatih Rully Nere, timnas putri Indonesia berada di grup neraka karena harus hadapi tim Palestina, Yordania dan Maladewa. Dari grup D ini hanya dua tim yang akan lolos ke putaran berikut. Terdapat 18 negara sedang bertanding di putaran pertama kualifikasi.

Ia tak ingin membeberkan alasan tidak banyak srikandi Papua dipanggil ke Timnas putri. Tim Galanita Papua yang dalam hal ini biasa diwakili Galanita Tolikara ke tingkat nasional, bahkan mereka pernah mewakili Indonesia bermain di luar negeri, tidak semua diakomodir. Boleh jadi batasan umur turut dipertimbangkan dalam rekrut pemain.

Baca Juga:  Leg Kedua Sore Ini di Biak, Persiraja Siap Dipulangkan PSBS

Yustince Mebri dari Komite Eksekutif Asprov PSSI Papua, justru tidak respek dengan kebijakan rasis yang dilakukan “orang Jakarta” dalam menyusun komposisi pemain Timnas Galanita Indonesia.

Menurut Mama Mebri, lebih baik Timnas Putri dipercayakan kepada para pemain Papua.

“Memang kecewa karena hanya dua saja yang diambil. Seharusnya, Timnas diwaliki Papua saja. Karena dari dulu sampai sekarang, tim Galanitia Papua selalu juara di setiap kompetisi yang digelar oleh PSSI. Jadi, kalau dua pemain saja, ini sangat tidak benar,” ujarnya kepada wartawan di Kantor KONI Papua.

Pengalaman beberapa waktu lalu, beberapa pemain Papua dipanggil ke Timnas. Sayangnya, kata Mama Mebri, mereka hanya pelengkap saja karena tidak dipercayakan bermain.

“Pada saat pertandingan uji coba Timnas Galanitia jelang ASEAN Games, pemain Papua ada tujuh yang dipanggil ke Jakarta. Tetapi hanya dua pemain yang diturunkan. Selebihnya pemain dari daerah lain, padahal pemain daerah lain itu yang biasa Papua kalahkan tiap tahun,” tuturnya.

Baca Juga:  PSBS Biak Pecahkan Sejarah: Laju ke Final Liga 2 Sekaligus Promosi Liga 1

Selain Boma dan Sada, nama-nama pemain Galanita Papua seperti Feybe Pekei, Regina Wonda, Depimina Kogoya, Rulin Aspalek, dan Novia Jigibalom, tidak lagi dipanggil membela Timnas.

Nasib sama dialami Timnas putra, nama Boaz Solossa tidak masuk dalam daftar 23 pemain yang diumumkan pelatih Bima Sakti, pengganti Luis Milla, untuk berlaga di Piala AFF 2018.

Di Timnas U-16 bahkan tak ada anak Papua. Kecuali Timnas U-19, nama pemain muda nan lincah, Todd Rivaldo Ferre, mencuat dengan aksi piawainya mencetak gol-gol berkelas. Rekan lainnya, Kevin Rumaikek, juga dipanggil meski kurang mendapat menit main.

Pewarta: CR-4
Editor: Mary Monireng

Artikel sebelumnyaSekda Paniai Ajak Masyarakat Sambut Pelantikan Bupati Terpilih
Artikel berikutnyaSehari Setelah Demo, Mahasiswa Paniai Segel Kantor Dinas Sosial