Harga Eceran Premium di Dekai Masih Rp100 Ribu Per Liter

1
5957

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Harga eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, belum normal. Meski pelayanan di APMS berjalan lancar dan stok premium cukup, pedagang eceran menjualnya dengan harga Rp100 perliter.

Hal itu memberatkan pengguna kendaraan roda dua, seperti diakui pengendara ojek di Dekai yang namanya enggan disebutkan saat diwawancarai suarapapua.com, Minggu (11/11/2018) sore.

Selama belakangan ini APMS pada setiap hari tetap layani dengan stok premium yang cukup, harga premium eceran tetap mahal harganya.

“Sebenarnya di APMS ada bensin dan biasa dilayani dengan normal, tetapi di luar dorang masih jual mahal sekali. Satu liter seratus ribu rupiah. Terus, jerigen-jerigen yang antri banyak-banyak itu untuk apa? Jerigennya besar-besar lagi,” tuturnya sambil bertanya-tanya.

Pihak APMS diminta agar sebaiknya tidak perlu layani orang yang bawa jerigen besar. Sebab, konon, setelah mengantri, para pedagang akan menjual lagi di luar dengan harga yang mahal.

“Kalau kita ini pantas antri dengan jerigen, karena kami ojek dan butuh stok yang banyak. Soalnya kami biasa cari penumpang itu harus putar kota,” ucapnya.

Selain itu, pihak Dinas Perindagkop juga mesti kontrol pedagang eceran yang selalu cari untung besar.

Mahalnya bensin di penjual eceran dirasakan Heri, salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupayen Yahukimo.

Menurut Heri, akibat tidak ada bensin dan letak rumah yang jauh dari kantor, ia terpaksa tidak ke kantor empat hari kemarin.

“Empat hari tidak masuk kantor karena bensin sekarang dijual mahal, seratus ribu perliter. Jarak rumah saya di jalan gunung, ke kantor jauh. Bisa saya antri di APMS, tapi mau masuk kantor jam berapa? Pasti kesiangan,” tutur Heri saat pulang usai ibadah minggu raya di Dekai.

Ua berharap, APMS di dua tempat segera dibuka supaya kendaraan bisa dibagi dua dan diluar juga harga bensin bisa normal kembali.

Pantauan suarapapua.com, satuan harga BBM eceran jenis premium dijual dengan harga Rp60 ribu hingga Rp100 ribu per liter. Sedangkan minyak tanah Rp30 ribu per liter.

Pewarta: Ruland Kabak
Editor: Mary Monireng