22 Warga Merauke Ditetapkan Jadi Tersangka

0
13271

JAYAPURA, MetroMerauke/SUARAPAPUA.com—  Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung menegaskan, sebanyak 22 warga di belakang rumah sakit (belrusak), Kelurahan Karang Indah, telah ditahan dan status mereka adalah tersangka.

“Kenapa kita tetapkan sebagai tersangka, karena terindikasi melakukan penyerangan terhadap Kabag Ops Polres Merauke, AKP Leonardo Yoga serta sejumlah polisi hingga mengalami luka serta pengrusakan mobil pada tanggal 24 November 2018 sekitar pukul 18.00 WIT,” ujar Kapolres kepada sejumlah wartawan Senin (26/11).

Ditegaskan, mereka sudah ditahan dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Lalu disangkakan pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara, lantaran melakukan pengroyokan serta penggrusakan barang.

Menyinggung isu penculikan anak yang sedang merebak belakangan, Kapolres kembali menegaskan, pihaknya belum pernah menerima laporan baik dari masyarakat maupun keluarga sendiri.

“Kalau ada, tentunya ada laporan siapa identitas anak, lokasinya dimana termasuk waktu. Sehingga dapat ditindaklanjuti kepolisian,” ujarnya.

Jadi, lanjut Kapolres, apa yang disebarluaskan melalui media sosial (medsos) adalah hoax atau berita bohong. Sehingga masyarakat tak perlu meresponi.

Ditambahkan, untuk penyebar hoax, kini sedang dilakukan penyelidikan oleh polisi dan pemilik admin, akan dipanggil sekaligus dimintai keterangan.

“Sekali lagi saya minta kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tak mudah terhasut dengan gambar maupun tulisan melalui medsos. Karena itu adalah berita bohong,” tegasnya.

Seperti diberitakan Suara Papua sebelumnya, kejadian bermula ketika warga RT 01/ RW 01 (Belakang rumah sakit) Kelurahan Karang Indah Distrik Merauke Kabupaten Merauke mengejar seseorang warga yang masuk ke komplek perumahan mereka dengan membawa kapak sekira pukul 17.45 WP, Sabtu (24/11/2018). Warga menduga pria tersebut mencari ginjal manusia, sebab sudah hampir dua bulan terakhir Kota Merauke dihebohkan dengan isu penculikan anak. Akibatnya, malam itu, warga mengejar pria asing yang dicurigai. Saat polisi tiba di tempat, warga meminta Polisi kembali.

Baca Juga: Satu Warga Tertembak, 27 Warga Ditahan di Merauke

Karena tidak menemukan pelaku, warga bergerak kembali ke rumah masing-masing. Tak lama berselang, ada suara ibu berteriak anaknya diculik, warga lalu keluar rumah lagi dengan berbagai macam alat tajam, namun tak menemukan tersangka. Saat warga sedang kembali ke rumah mereka, polisi kembali datang dengan peralatan lebih lengkap. Polisi meminta warga berhenti mengejar dan mendengar arahan Polisi.

“Saat itu warga yang membawa alat-alat untuk mengejar pelaku diminta Polisi duduk berlutut untuk mendengar pengarahan. Tapi warga menolak, karena merasa tidak bersalah. Polisi terus meminta, warga tetap menolak. Lalu ada yang berteriak, kalau begitu Polisi bilang penculikan anak ini berita hoax, berarti polisi kerjasama dengan pelaku. Tiba-tiba Polisi memukul warga. Warga membalas, langsung kacau,” kata saksi mata, yang adalah seorang warga belakang rumah sakit.

Bonivasius mengalami luka di bagian kepala karena 5 kali dipukul dengan popor senjata di bagian depan dan dua kali di bagian belakang.

Melkior Jebe, alami dua luka tembak, satu luka tembak di bagian dada sebelah kiri dan satu Luka tembak di bagian Lambung sebelah kiri. Korban langsung dibawa ke RSUD Merauke. Melkior Jebe kemudian menjalani operasi di RSUD Merauke, pukul 10.00 WP, Minggu (25/11/2018).

“Kini korban dirawat di ruang ICU RSUD Merauke setelah menjalani operasi,” katanya.

Hingga saat ini kondisi dan situasi kelurahan Karang Indah cukup kondusif, namun aparat keamanan masih menahan 25 warga berasal dari kompleks belakang rumah sakit “Keluarga dari pihak warga yang ditahan hingga saat ini pun tidak mendapat melihat dan menjenguk  mereka di Polres Merauke,” katanya lagi .

Sumber: Metro Merauke