Peringati Hari HAM, 135 Frater STFT Fajar Timur Turun Jalan

0
9711

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Sebanyak 135 Frater STFT Fajar Timur gelar aksi turun jalan memperingati hari HAM sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2018 dan mengenang pelanggaran HAM di Papua yang masif, Senin (10/12/2018).

Aksi itu turun jalan para frater dari STFT Fajar Timur itu dimulai dari depan SD dan SMP Advent Padangbulan jalan Abe Sentani menuju Merpati – Lingkaran Abepura, kota Jayapura.

Ketua BEM STFT Fajar Timur, Yohanes Kayame mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya hari ini adalah sebagai bentuk respon keprihatinan nasib rakyat Papua yang kian tidak jelas karena pelanggaran HAM yang terus berlanjut.

Baca Juga:  Festival Angkat Sampah di Lembah Emereuw, Bentuk Kritik Terhadap Pemerintah

“Intinya adalah hanya untuk menyadarkan kepada masyarakat bahwa pelanggaran HAM di Tanah Papua masih terus berlanjut dan akan sangat merugikan masyarakat Papua,” kata Yohanes.

Oleh sebab itu, ia mengajak kepada masyarakat dan mahasiswa di seluruh Papua agar mencari solusi terhadap akar permasalahan Papua.

ads

Anggota DPR Papua, John NR Gobai yang turut hadir dalam aksi itu mengatakan, Presiden, Kejaksaan Agung, Menkopolhukam dan Komnas HAM segera menindaklanjuti kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Papua yang sejauh ini belum pernah diadili.

Baca Juga:  Peringatan IWD Menjadi Alarm Pergerakan Perempuan Kawal Segala Bentuk Diskriminasi Gender

“Kalau negara tidak bisa menyelesaikan pelanggaran HAM, ya sudah, demi independensi agar tidak saling menyalahkan, kita bisa minta Komisi Tinggi PBB untuk ikut bersama pemerintah pusat menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran HAM di Papua,” kata Gobay di Abepura.

Ia juga mengarisbawahi soal kejadian di Nduga yang berlanjut hingga hari ini belum ada titik terang penyelesaian.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Segera Perintahkan Panglima TNI Proses Prajurit Penyiksa Warga Sipil Papua

Menurutnya, apa yang dilakukan pihak TNI dan TPNPB tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan merawat siklus kekerasan di Papua jika aparat TNI membalas dengan tindakan menyerang.

“Hari ini Presiden Republik Indonesia harus menghentikan segala macam pengiriman pasukan maupun peralatan ke Nduga,” ujar Gobai.

Pewarta: Yance Agapa
Editor: Elisa Sekenyap

Artikel sebelumnyaPemkab Paniai Akan Salurkan Dana Bangga Papua
Artikel berikutnyaRakyat Papua Tagih Janji Jokowi Selesaikan Pelanggaran HAM di Papua