Dua Pengurus Gereja di Nduga Ditembak

0
9630

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Pdt.Dr.Benny Giyai, Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua mengatakan, pada tanggal 4 Desember 2018, 2 warga ditembak oleh aparat militer Indonesia.

Dua warga itu bernama Yulianus Tabuni dan Hofni Kogoya, yang adalah pengurus gereja yang selalu menjalanan kolokte ketika ibadah di Gereja Kingmi Imanuel Klasis Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.

“Saya dapat laporan 2 orang yang dapat tembak, mereka adalah Yulianus Tabuni dan Hofni Kogoya. Kedua orang itu adalah warga jemaat di Kabupaten Nduga. Padahal dua orang itu pengurus gereja yang sehari-hari menjalankan kolokte di Gereja,” kata Pdt.Beny kepada wartawan di Kantor Sinode Kigmi di kota Jayapura, Minggu (09/12/2018).

Kata Pdt.Beny, semua masyarakat sipil dari Gereja Kingmi mengungsi ke Hutan, karena perintah Negara untuk melakukan operasi militer.

“Situasi sekarang ini bahaya sekali. Presiden Jokowi dengan wakilnya bahkan ketua DPR Printahkan untuk melakukan operasi. Akibatnya warga Kingmi di sana Trauma, padahal kasus Alguru yang lalu Negara belum selesaikan,” katanya.

Sejumlah kasus yang belum diselesaikan kata Pdt.Beny adalah, penganiayaan terhadap warga Nduga oleh aparat di Wamena pada tanggal 2 Januari yang terjadi dua kali. Pada 22 Juni 2018 terjadi penembahkan terhadap pesawat Twin Otter milik Dimonin Air. Senin 29 Juni 2018 pertemuan Pemda dan TNI/Polri, Senin 2 Juli 2018, Kepolisian RI mengirim 1 Kompi Brimob (100 Personel) untuk mengejar TPN-OPM.

Kamis 12 Juli 2018, Pdt Zakheus Kogoya melaporkan telah menemukan 3 mayat warga sipil di Alguru, dan peristiwa yang paling besar adalah Nduga berdara. semua ini belum diselesaikan hingga saat ini, lalu Negara munculkan kasus yang baru.

“Jadi akibat Peristiwa Alguru 26 Jemaat, 50 KK, 267 warga mengungis ke Hutan dan ke kabupaten terdekat seperti Asmat, Merauke, Yahukimo, Wamena, Lanny Jaya, dan Jayapura. Kasus tersebut belum selesai baru sekarang terjadi lagi,” jelasnya.

Terkait dengan kondisi yang terjadi, pihak gereja akan menyurati Presiden Jokowi untuk menginstrusikan kepada aparat Militer, agar di bulan natal ini umat beragama bisah menjalankan ibadah natal dengan kedamaian.

Samuel Tabuni, intelektual dari Nduga mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mengutus orang untuk mengecek situasi terkini di Nduga.

“Saat ini saya sendiri belum punya data akurat, tetapi saya suda kirim orang untuk memastikan kondisi di lapangan. Tentu tidak melalui jalan utama, karena militer sudah memblokadenya,” tukasnya.

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Elisa Sekenyap