164 Tahun PI di Tanah Papua, Semakin Banyak Kasus Kemanusiaan Tidak Diungkap

0
6364

SORONG, SUARAPAPUA.com — Warga jemaat dari lingkungan Maranatha dan Yordan gelar ibadah Pekabaran Injil (PI) yang ke 164 di gedung gereja GKI Tiberias Seyolo di distrik Teminabuan Sorong Selatan.

Ibadah Hut PI tersebut dilangsungkan di bawa sorotan tema, segala kuasa ada padaKu, pergilah jadikan segalah bangsa MuridKu. Dengan sub tema, melalui Hut PI ke 164 tahun, kita tingkatkan pendidikan dan kemandirian jemaat sebagai bagian integral dari misi GKI di Tanah Papua.

Hadir dalam ibadah tersebut, Wakil Bupati Sorong Selatan, Drs.Martinus Salamuk dan Ketua DPRD Kabupaten Sorong Selatan, Jevries.N.Kewetare.

Pdt.Isak Samuel Chiang dalam khotbahnya mengatakan, hidup di dunia harus bahagia, bekerja keras dan bertekun pada FirmanNya, sehingga bisa masuk surga karena perbuatan baik itu.

Ia mengatakan, ada panggilan Allah kepada kedua rasul Papua untuk mengabarkan injil di atas bumi Papua, sehingga mereka datang mengabarkan injil keselamatan itu di tanah ini, tanah yang penuh susu dan madu ini.

“Dengan Hut PI ini bisa membebaskan kita dari Miras yang telah menjajah kehidupan kita warga jemaat di atas tanah ini,” Pdt. Ishak.

Ketua DPRD Sorong Selatan, Jevries.N.Kewetare mewakili Pemerintah Kabupaten Sorsel mengatakan, kematangan bangsa Papua telah terbukti bahwa bangsa Papua telah dan sangat dewasa.

“Di Papua masih banyak anak-anak yang tidak sekolah, dan juga anak anak kita yang mengalami gisi buruk, bahkan anak anak kita yang terlibat Miras serta narkoba. Oleh sebab itu, pemerintah, gereja dan adat harus bersatu untuk menciptakan generasi muda kita ke arah yang baik, sebab generasi mudah inilah yang akan melanjutkan penginjilan Ottow dan Geissler menuju Papua yang lebih baik,” ungkap Jevries.

Pdt.Johana Tetapleta mengatakan Injil yang di sampaikan oleh parah misioneris Ottow dan Geissler terus bercahanya di tanah Papua hingga hari ini. Tetapi katanya, masih banyak kasus-kasus yang terjadi di tanah ini dan tidak terungkap, seperti kasus di Nduga dan Paniai beberapa tahun lalu.

Menurutnya, dengan kondisi seperti ini Papua memang belum masuk dalam daerah stabil dengan keamanan.

Pdt.Tetalepta juga menyampaikan pesan dari BP Am Sinode GKI di Tanah Papua, bahwa siapa yang menyebut Papua, dia menyebut Injil dan siapa yang menyebut Injil dia menyebut Papua.

Selain itu, Sinode juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga parah misioneris Ottow dan Geissler yang ada di luar tanah Papua.

Selain itu, Johana juga melakukan pemukulan gong sebanyak 3 kali bertanda bulan Februari sebagai bulan misi pekabaran injil, kusus di lingkungan Maranata dan lingkungan Yarden teminabuan Kabupaten Sorong Selatan. Dan dilanjutkan dengan  pemotongan kue HUT PI ke 164 (4 Februari 1855 – 05 Februari 2019) di Tanah Papua.

Pewarta: Ferdinan Thesya

Editor: Elisa Sekenyap