Maret Depan, KNPI Papua Akan Gelar Kampanye PON

0
12114

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua pada bulan Maret 2019 akan mulai kampanye dan konsolidasi mengenai PON  di Wilayah adat Saireri.

“Kami sudah instruksikan kepada seluruh pengurus KNPI di Wilayah adat Saireri, mulai dari Yapen, Biak dan Supiori bahwa pada bulan Maret akan dilakukan kampanye PON,” kata Albertho G.Wanimbo, Ketua KNPI Papua di Waena belum  lama ini.

Kegiatan yang akan dilakukan katanya, konser musik, parade buaya, pameran kerja tangan masyarakat, tari-tarian, paduan suara dan yang terakhir fashion show.

Baca Juga:  AMAN Sorong Malamoi Gelar Musdat III di Wonosobo

“Kami lakukan ini karena iven besar yang mau diselanggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua ini telah direncanakan akan merekrut para relawan untuk turut ambil bagian dalam suksesi PON nanti.”

Setelah perekrutan di Wilayah adat Saireri katanya, KNPI juga akan melakukan hal serupa di wilayah adat lainnya sebagai penanggungjawab relawan yang ditunjuk.

ads
Baca Juga:  Masyarakat Adat di Provinsi PBD Harus Disejahterakan

“Jadi akan dimulai dari Saireri, Laapago, Ha Anim, Meepago – penutupan di Wilayah adat Mamta atau Tabi. Saat penutupan nanti relawan akan bekerjasama dengan Ivent Orgeneiser (IO) yang kemarin melakukan kegiatan serupa juga di PON Jawa Barat,” tuturnya.

Relawan yang direkrut akan dilatih oleh orang yang sudah berpengalaman untuk siap melaksanakan tugas. Sehingga ia berharap semua masyarakat yang ada di Papua pastikan diri terlibat dalam relawan PON agar sama-sama menyukseskan kegiatannya.

Baca Juga:  Pemuda Adat Tekankan Cakada Harus Memihak Masyarakat

Otniel Deda menambahkan, ketika pimpinan beritikat baik, maka pemuda harus berperan penting mendukung dan mengawal semua kebijakan yang sedang berjalan demi Papua kedepan.

“Kita harus bangga karena dengan keterbatasan infrastruktur yang ada, Bapak Lukas dan Klemen bisa hadirkan PON ke XX di Papua. Ini adalah kebanggaan kita bersama, sehingga pemuda harus mendukung,” tutup Deda.

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Elisa Sekenyap

Artikel sebelumnyaPembangkit Listrik Rusak, Dekai Gelap Gulita
Artikel berikutnya164 Tahun PI di Tanah Papua, Semakin Banyak Kasus Kemanusiaan Tidak Diungkap