Mahasiswa dan Pemuda Sorong Raya Peduli Sentani Pasang 1000 Lilin

0
7566

SORONG, SUARAPAPUA.com — Bencana banjir bandang yang melanda Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, mengundang pilu hati sesama warga, tak terkecuali mahasiswa dan pemuda di Sorong Raya.

Aksi 1000 lilin digelar solidaritas mahasiswa dan pemuda kota Sorong peduli kemanusiaan, Rabu (21/3/2019) malam di lapangan basket SPG Sorong.

Aksi lilin yang diikuti puluhan mahasiswa dan pemuda itu sebagai rasa peduli terhadap saudara-saudari kita yang terkena bencana banjir bandang di Sentani dan sekitarnya.

Koordinator Aksi Yohana Kamesrar saat diwawancarai suarapapua.com, mengatakan, pemasangan lilin sebagai bukti kepedulian mahasiswa dan pemuda Sorong Raya.

“Kami sangat berterima kasih atas partisipasi warga kota Sorong yang peduli dengan situasi yang sedang dialami oleh saudara-saudari kita di Jayapura,” ucapnya.

Tak hanya aksi 1000 lilin, kata dia, bantuan dana akan digalang selama beberapa hingga diantar ke Sentani.

“Saya akan bertemu dengan pemerintah kota Sorong dan Dinas Perhubungan untuk menyediakan satu buah kontainer untuk kami. Nanti kami berkoordinasi dengan teman-teman koordinator penggalangan dana yang ada di kota Sorong  untuk dapat mengumpulkan bahan-bahan donasi supaya kita antar secara bersama ke Jayapura,” kata Yohana.

Aksi 1000 lilin di lapangan basket SPG Sorong, Rabu (21/3/2019) malam. (Ferdinan Thesia – SP)

Leonardo Ijie, sekretaris  Solidaritas Perlindungan dan Pemberdayaan Ekonomi Mama-Mama Pedagang Asli Papua-Sorong Raya (SP2EMPAP) mengungkapkan keprihatinan atas bencana alam yang menimpa warga Kota Sentani dan sekitarnya.

“Kami sangat prihatin dan dengan bencana banjir bandang di Jayapura. Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan, harus saling membantu. Kami juga siap bantu,” ujarnya.

Ijie juga mengajak setiap orang wajib menjaga kelestarian alam dengan tidak tebang pohon sembarang, apalagi di daerah tangkapan air.

“Saya menghimbau kepada kita semua yang berdiam di atas negeri emas ini agar tetap menjaga alam Papua,” imbuh Ijie.

Pewarta: Ferdinan Thesia
Editor: Markus You