Samuel Tabuni Kunjungi Koperasi Milik Una-Ukam

0
6927

DEKAI, SUARAPAPUA.com — Koperasi Yila Cahaya Abadi yang berbasis suku Una-Ukam di jalan Saradala Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, mendapat kunjungan istimewa dari Samuel Tabuni, direktur Papua Language Institute (PLI), Selasa (26/3/2019) sore.

Samuel menilai koperasi berbasis suku itu punya prospek yang sangat menjanjikan bagi anggota koperasi maupun masyarakat Yahukimo umumnya.

“Merintis ekonomi dan pendidikan berbasis suku Una-Ukam adalah bagian dari pembangunan pendidikan yang dilakukan. Membangun suku dan kampung adalah membangun Papua juga,” ucapnya.

Dia menilai, karena itu yang paling mudah komunikasinya dan sangat menyentuh langsung pada persoalannya dan dapat kita ukur kesuksesannya.

“Kiranya KAPP dan pemerintah serta yang lainnya bisa perkuat suku dan kampung di Tanah Papua, khususnya Yila Cahaya Abadi yang sedang berjalan secara swadaya ini,” harapnya.

Usai dikunjungi kantor koperasi, Panuel Maling, koordinator koperasi Yila Cahaya Abadi, mengaku bersyukur dan senang karena orang-orang cerdas telah mengunjungi koperasi dan memberikan motivasi untuk lebih kuat dan bangkit di atas tanah sendiri.

“Tadi pak Samuel dengan rombongan langsung lihat koperasi saya di Jalan Saradala, di sana beliau juga melihat langsung memanen koperasi yang berjalan dari 54 orang anggota. Tadi juga beliau mengatan untuk akan carikan solusi pengembangan selanjutnya,” kata Panuel.

Karena selama ini koperasi yang berjalan katanya dilakukan di tanah pemerintah dan diusahakana secara swadaya masyarakat.

“Koperasi Yila Cahaya Abadi milik masyarakat ini sudah berbadan hukum, anggotanya adalah masyarakat, pelajar serta mahasiswa, dengan tujuan untuk meminimalisir angka pengangguran.”

Lanjut Panuel, koperasi tersebut memiliki beberapa unit usaha yang dilakukan selama ini, seperti pertanian, peternakan, sembako dan penjualan BBM.

“Koperasi ini sudah kita sudah jalankan empat unit usaha. Sekarang kita mau tambah satu lagi yaitu unit usaha tambang emas,” bebernya.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Markus You